Sabtu, 03 Januari 2009

From Living With Himalayan Master by Swami Rama

From Living With Himalayan Master 
by Swami Rama 


Hukum Karma
Hukum karma itu tidak bisa dihindari oleh siapapun juga dan para filusuf seluruh dunia menyatakan, "sebagaimana yang kau lakukan, demikian yang akan kau terima, belajarlah untuk melakukan kewajibanmu tanpa keterikatan atau menentangnya, janganlah percaya ada sesuatu yang sanggup menghapuskan karma burukmu. Dengan melakukan permandian suci dan perjalanan suci pada tempat-tempat suci, tidak akan menolong menghapuskan ikatan karma. Kepercayaan seperti itu hanyalah tahayul dan tidak beralasan”.


Nama dan Kemasyuran
Nama dan kemasyuran adalah penghalang terbesar dan penyebab kehancuran seorang spiritualis. Bahkan setelah melepaskan posisi-posisi keduniawian, keinginan untuk mendapatkan nama besar dan kemasyuran tetap ada di alam bawah sadar. Oleh karena itulah pencari kebenaran hendaknya mengabdikan seluruh tubuh, pikiran, dan jiwanya kepada Tuhan dan tidak memiliki keinginan yang sifatnya mementingkan diri sendiri. Hanya orang suci seperti itulah yang akan sanggup membantu menyembuhkan dan menuntun umat manusia walaupun dari tempat yang jauh. Melayani umat manusia adalah bagian hidup pada pencari kebenaran yang paling utama. Mereka tidak mengharapkan apapun dari umat manusia, karena mereka berfikir bahwa melayani umat manusia adalah bentuk ekspresi kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa.


Kejernihan Pikiran
Pikiran manusia masih berada di bawah pengaruh delusi hingga kebodohan sepenuhnya terhancurkan. Jika tidak ada kejernihan pikiran, maka segala data yang dikumpulkan dari dunia luar tidak akan bisa diselami secara menyeluruh dan pikiran yang tertutup awan akan menghasilkan pandangan yang salah. Ini adalah salah satu dari modifikasi dari perilaku seperti fantasi, kesenangan, simbol dan ide-ide palsu. Maya adalah ilusi kosmik dan Avidya adalah ketidak tahuan individual yang berasal dari kurangnya pengetahuan tentang semua obyek dan sifat-sifat mereka.


Disiplin diri dan Pengendalian Pikiran
Adalah penting untuk membuat hidup kita menjadi kreatif dan berdaya guna, akan tetapi sebelum melakukan hal itu, seseorang hendaknya melakukan kontak dengan kekuatan yang tersembunyi dalam dirinya (kundalini shakti) dengan mendisiplinkan diri dan mendapatkan kendali pikiran, perkataan dan perbuatan. Jika disiplin seperti yang diajarkan oleh para guru suci dipraktekkan selama beberapa tahun, maka bunga kehidupan akan mengembang selama-lamanya. Seseorang yang telah mendapatkan kendali atas dirinya sendiri seperti itu dengan mudah tinggal di dunia dan tetap tidak terpengaruh oleh segala goncangan dan masalah duniawi.


Tidak mementingkan diri
Ada sebuah jurang yang sempit antara mementingkan diri dan tidak mementingkan diri sendiri, seperti kasih dan kebencian. Dan jika seseorang telah melewati jurang pemisah ini, maka seseorang akan merasakan kenikmatan dalam memberikan bantuan kepada orang lain tanpa meminta balasan dalam bentuk apapun juga. Ini adalah kebahagiaan yang tertinggi dari segala kenikmatan dan merupakan sebuah langkah yang penting dalam jalan pencerahan. Orang yang egois bahkan tidak akan bisa membayangkan keadaan pencerahan ini karena ia tetap berada dalam batas-batas egonya sendiri. Perasaan tidak mementingkan diri sendiri adalah sikap yang utama yang kita temukan pada orang-orang agung baik pria maupun wanita di bumi ini. Dan ketahuilah bahwa kita tidak ada hal yang akan bisa dicapai tanpa pelayanan (seva) tanpa pamrih. Segala ritual dan pengetahuan tentang kitab suci akan sia-sia jika tindakan didasarkan pada perasaan untuk mementingkan diri sendiri.


Tidak takut
Ketidaktakutan adalah persyaratan yang amat penting untuk mencapai pencerahan. Sungguh agung mereka yang senantiasa tidak pernah merasa ketakutan. Untuk menjadi sepenuhnya terbebas dari ketakutan adalah satu langkah menuju pencerahan.


Maya
Avidya berarti ketidaktahuan individu, sedangkan maya berarti ilusi kosmik dan juga ilusi individu. Ma berarti "tidak" dan ya berarti "itu". Sesuatu yang sebenarnya tidak ada akan tetapi nampak seperti ada, bagaikan fatamorgana, disebut sebagai "maya". Dalam filsafat Tantra, maya dianggap sebagai kekuatan kosmik dan juga sebagai kekuatan utama yang disebut kundalini atau kekuatan shakti yang tersembunyi dalam diri manusia. 
Dengan memusatkan kesadaran pada Yang Mutlak, maka kekuatan yang tertidur dalam diri manusia ini bisa dibangunkan dan diarahkan ke pusat-pusat kesadaran dalam diri manusia (chakra-chakra). Jika seseorang sudah bersentuhan dengan kekuatan ini, maka dengan mudah ia akan mencapai kesadaran yang tertinggi. Mereka yang tidak membangunkan kekuatan ini selamanya akan menjalani ketidaktahuan.

Jika kita mencurahkan pikiran, energi dan segenap kemampuan kita pada sesuatu yang sebenarnya tidak ada dan nampak ada maka itulah maya. Bahkan orang spiritual bisa dikuasai oleh oleh nyala kepalsuan dunia karena kurangnya kemajuan kesadaran mereka. Kelemahan seperti ini berperan penting dalam menciptakan halangan. Kurangnya ketulusan, kejujuran dan keyakinan serta kepatuhan akan menyebabkan diri kita tidak menyadari yang manakah diri kita yang sebenarnya. Kita memproyeksikan diri kita dan berpikir bahwa hal-hal duniawi adalah sumber dari halangan kita. Hal terbaik adalah untuk senantiasa melatih diri melalui disiplin ketidakterikatan dan kesadaran yang konstan.

Ikatan yang terkuat adalah tercipta dari keterikatan, yang membuat kita lemah, tidak tahu dan tidak sadar akan realitas yang absolut. Maya atau ilusi tertanam kuat pada keterikatan. Ketika kita terikat pada sesuatu atau menginginkan sesuatu, maka hal ini akan menjadi sumber ilusi. Mereka yang terbebas dari keterikatan dan mengarahkan keinginannya pada perkembangan spiritual adalah yang terbebas dari ikatan ilusi. Dengan berkurangnya keterikatan, maka semakin bertambahlah kekuatan dari dalam dan dengan demikian semakin dekatlah tujuan kita. Mereka yang tidak menginginkan hidupnya terbebani oleh ilusi Maya akan sanggup mencapai kesempurnaan.

Banyak orang tidak mengerti antara keterikatan dan kasih. Dalam keterikatan kita akan mementingkan diri sendiri, hanya memperdulikan kesenangan diri dan menyalahgunakan cinta. Kita berusaha untuk memenuhi segala keinginan kita. Keterikatan menyebabkan ikatan, sedangkan kasih memberikan kebebasan. Jika para yogi mengajarkan ketidakterikatan, bukanlah berarti kita harus bersikap acuh, akan tetapi mengajarkan bagaimana mengasihi orang lain dengan sejati tanpa mementingkan diri sendiri. Ketidakterikatan atau kasih bisa dilaksanakan baik oleh mereka yang tinggal di dunia maupun oleh mereka yang meninggalkan kehidupan duniawi. 


Satya
Kebenaran adalah tujuan utama dari hidup manusia dan jika itu dilaksanakan dengan pikiran, perkataan dan perbuatan, maka tujuan utama sudah pasti akan tercapai. Kebenaran bisa dicapai dengan melatih disiplin tidak berbohong (Satya) dan dengan tidak melakukan perbuatan menentang kebenaran diri (hati nurani), karena hati nurani adalah pembimbing yang terbaik. 


Mantra
Jika sebuah mantra digunakan tidak pada tempatnya dan tidak disertai dengan disiplin spiritual (sadhana), maka mantra tersebut akan membawa seseorang kepada berbagai macam ilusi. Halusinasi adalah hasil dari pikiran yang tidak murni dan tidak terlatih. Sebuah mantra akan berbuah jika pikiran telah termurnikan dan diarahkan ke dalam. Tanpa pengertian dan pemahaman yang benar terhadap suatu mantra (mantra caetanya), maka kekuatan dari mantra tersebut (mantra gatha) tidak akan bisa dibangkitkan. Dan tanpa perasaan yang kuat, maka mantra walaupun berulang kali dibunyikan tidak akan banyak membantu.

Tidak ada meditasi yang instan
Sebagai seorang spiritual, adalah bijak untuk senantiasa teguh dan kokoh dalam mempertahankan latihan meditasi dan tidak mengharapkan hasil yang banyak pada mulanya. Tidak ada jenis meditasi yang instan. Pada siswa spiritual modern sekarang ini banyak sekali yang mengharapkan hasil seketika, sehingga mereka cepat sekali menjadi bosan. Mereka mulai terpengaruh oleh harapan sehingga menciptakan berbagai fantasi, khayalan dan halusinasi terhadap berbagai hal yang mereka anggap sebagai pengalaman spiritual akan tetapi sebenarnya adalah produk dari pikiran bawah sadar mereka. Dan sebagai hasilnya mereka menjadi frustasi dan mengalami ketidakseimbangan serta mulai meninggalkan meditasi mereka dan mencari berbagai teknik lain yang menawarkan spiritualitas instan yang justru menyesatkan mereka.


Jebakan dari kekuatan siddhi
Bab ketiga dari Yoga Sutra menjelaskan ada banyak cara untuk mencapai kekuatan siddhi, akan tetapi kekuatan-kekuatan seperti itu hanya akan menciptakan halangan dalam jalan menuju pencerahan. Beberapa orang yang memiliki kekuatan semacam ini cenderung serakah, egois dan penuh ketidaktahuan (avidya). Jalan pencerahan sama sekali berbeda dengan jalan untuk memperoleh kekuatan seperti itu. Keajaiban yang ditunjukkan oleh Muhammad, Krisna, Yesus dan para Master lainnya adalah spontanitas dan untuk tujuan yang jelas. Keajaiban seperti itu tidak dilakukan dengan motif-motif untuk mementingkan diri sendiri atau untuk membuat sensasi.

Dalam jalan yoga kadang-kadang seseorang bertemu dengan kekuatan-kekuatan semacam siddhi seperti itu. Seorang Yogi yang melakukan latihan dengan tanpa pengharapan akan kekuatan seperti itu mungkin akan memperolehnya, akan tetapi ia yang telah menyadari tujuan hidupnya tidak akan menyalahgunakan kekuatan seperti itu. Penyalahgunaan kekuatan siddhi semacam itu adalah sumber kejatuhan seorang Yogi.

Semua jenis kekuatan siddhi hanyalah rambu-rambu jalan. Kekuatan-kekuatan itu tidak ada hubungannya dengan spiritualitas.


Rendah hati
Ego akan membuat tabir penghalang antara siswa dan proses pemahaman. Jika seseorang telah menjadi egosentrik maka ia akan mengasingkan diri dan dengan demikian ia tidak akan sanggup berkomunikasi dengan guru hati nuraninya.

Jika seseorang telah memulai jalan spiritual maka adalah penting untuk bersikap rendah hati kepada siapa saja. Ego menciptakan penghalang hingga pengetahuan diskriminasi akan menghilang karenanya.


Tuhan Maha Ada
Jika hanya ada satu Yang Maha Ada, lalu dimanakah letaknya iblis ? Mereka yang mempercayai Iblis akan melupakan keberadaan Tuhan Yang Maha Ada. Sebenarnya pikiran negatif adalah iblis terjahat yang berada dalam pikiran manusia dan transformasi dari kenegatifan ini menuntun seseorang pada keadaan yang positif atau penglihatan Illahi. Pikiran adalah alat yang menciptakan surga dan neraka. Ketakutan akan keberadaan iblis ini adalah trauma yang harus dihapuskan dari pikiran manusia.


Ahimsa
Komitmen pertama dari ajaran Yoga Sutra adalah persyaratan dasar untuk mencapai samadhi, dan persyaratan pertama adalah Ahimsa. Ahimsa berarti tidak membunuh, tidak menyakiti dan tidak melukai baik dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.
Dengan menjadi egois dan mementingkan diri sendiri, maka manusia tidak akan menjadi sensitif dan kehilangan kekuatan instingnya. Insting adalah kekuatan yang amat besar yang jika digunakan dengan benar bisa membantu seseorang dalam menjalani jalan ahimsa. 

Tidak ada kata terlambat
Jika kebangkitan pencerahan telah datang, maka kita bisa secara sempurna mentransformasikan diri dan melemparkan segala masa lalu tanpa bekas. Beberapa orang suci yang agung di seluruh dunia memiliki latar belakang yang buruk seperti kisah sunan Kalijaga di Jawa, Saul yang kemudian menjadi St Paul, Kalicaran yang kemudian menjadi seorang siddha bernama Kalikananda, Valmiki yang merupakan pengarang salah satu epos terbesar Ramayana. Maka dari itu jangan pernah menghina dirimu sendiri atau merasa rendah diri. Tanpa peduli betapapun buruk dan rendahnya diri kita, kita memiliki kesempatan untuk mengubah seluruh kepribadian kita. Seorang pencari kebenaran yang sejati selalu bisa menyadari realitas dan mencapai pembebasan dari segala ikatan dan penderitaan. Hanya dalam aktu satu detik kau bisa mencerahi dirimu sendiri.

Hidup tanpa keterikatan
Nafsu dan keserakahan tidak akan pernah memuaskan seseorang. Keinginan atas benda-benda duniawi akan senantiasa meningkat terus menerus hingga akhirnya menjadi pusaran dari penderitaan. Kebodohan seperti itu tidak bisa disembuhkan dengan pergi ke tempat-tempat ibadah, mendengarkan kotbah ataupun melakukan ritual. Selama berabad-abad manusia telah berusaha memenuhi kebutuhan mereka, akan tetapi mereka tetap menderita. Untuk mencapai realitas puncak, adalah penting untuk membebaskan diri dari keinginan-keinginan terhadap hal-hal duniawi.

Memiliki lebih dari yang dibutuhkan hanya akan menciptakan berbagai hal untuk kemajuan diri sendiri. Hanya akan membuang waktu dan energi dengan sia-sia. Memenuhi kebutuhan tanpa memahami kebutuhan dan keperluannya hanya akan menjauhkan seseorang dari jalan kesadaran. Keinginan adalah induk dari segala penderitaan. Jika keinginan untuk mendapatkan benda-benda duniawi diarahkan pada pencapaian kesadaran diri, maka keinginan itu sendiri akan menjadi alat yang sangat berguna. Dalam tingkatan ini keinginan tidak lagi menjadi penghalang melainkan alat yang sangat berguna untuk mencapai kesadaran diri yang sejati. Sebuah lilin yang menyala bisa dengan mudah ditiup, namun jika cahaya tersebut terlindungi dan dibiarkan membakar hutan, maka akan terjadi sebuah kebakaran besar di dalan hutan. Maka dari itu tiupan angin bukan lagi menjadi penghalang akan tetapi menjadi penolong bagi cahaya itu. Demikian pula seorang sadhaka (siswa spiritual), dengan bantuan cahaya, dengan sadhana (disiplin spiritual), melindungi api cahaya yang menyala dalam dirinya, sehingga cahaya tersebut akan semakin tumbuh membesar. Maka segala kesusahan bukan lagi menjadi halangan, akan tetapi menjadi penolong baginya. Halangan-halangan yang sekiranya menghalangi merintangi jalan kesadaran diri tidak lagi menjadi halangan. Benda-benda duniawi merupakan halangan bagi kita. Dengan bantuan ketidakterikatan, kita bisa mengatasi halangan-halangan seperti itu.

Ada empat jalan untuk menghalau segala rintangan itu. Pertama jika tidak ada obyek, maka pikiran manusia tidak akan terikat pada obyek itu. Maka langkah yang ditempuh adalah dengan meninggalkan segala benda duniawi, akan tetapi ini akan sangat sulit bagi orang awam. Yang kedia, sembari memiliki berbagai benda duniawi, jika kita mempelajari cara untuk menggunakannya sebagai alat, maka obyek-obyek duniawi tidak lagi menjadi halangan bagi kita. Pada jalan ini yang dibutuhkan adalah tranformasi diri. Seseorang yang sanggup mentranformasikan sikapnya akan sanggup merubah segala lingkungan buruk menjadi lingkungan baik. Yang ketiga adalah jalan menaklukkan dimana seseorang belajar untuk melakukan tindakannya dengan tanpa pamrih dan dengan segala keahliannya, menyerahkan segala buah dari perbuatannya untuk kepentingan orang lain. Orang seperti itu akan menjadi tidak terikat dan dengan aman bisa menyebrangi samudra kehidupan. Dan yang keempat adalah dengan penyerahan diri. Seseorang menyerahkan diri dan semua miliknya kepada Tuhan dan menjalani kehidupan dengan pembebasan dari segala keterikatan. Jalan ini tampaknya mudah namun sulit sekali dalam pelaksanaannya.


Melepaskan keduniawian
Melepaskan keduniawian adalah jalan yang penuh dengan nyala api dan hendaknya hanya diikuti oleh mereka yang telah membakar segala keinginan duniawinya. Seiring berjalannya sang waktu, banyak murid spiritual yang secara emosional telah terganggu dan kecewa oleh segala keuntungan dan kerugian dari kekayaan duniawi dan sebagai akibatnya mereka memutuskan untuk mengundurkan diri dari dunia. Meskipun menemukan sebuah situasi eksternal yang sangat menyenangkan, akan tetapi dunia dalam dirinya yang tidak stabil akan selalu dibawa kemanapun siswa itu pergi. Kekecewaan, keserakahan, nafsu dan kasih, kemarahan dan iri hati tidak akan bisa ditinggalkan tanpa latihan spiritual. Sebuah jiwa yang frustasi dan tidak puas tidak layak untuk menempuh jalan melepaskan diri dari keduniawian. Dengan duduk di dalam gua lalu memikirkan segala keindahan duniawi hanyalah sebuah penderitaan batin.
Memang benar, daya tarik, godaan dan segala keindahan dunia ini sangat kuat, akan tetapi keinginan yang membara untuk mencapai pencerahan tidak akan mengijinkan seseorang untuk terjatuh dalam jalan ini.
Menempuh jalan spiritual memang bagaikan berjalan di atas ujung pedang. Sangat sulit dan pada setiap langkah senantiasa ada kesempatan untuk terjatuh. Keinginan yang mementingkan diri sendiri adalah halangan terbesar yang ditemui dalam jalan ini. Hanya mereka yang tidak memiliki rasa takut dan terbebas dari segala daya tarik, godaan dan keindahan duniawi yang bisa menjalani jalan ini. Orang yang telah mengarahkan semua keinginannya secara terpusat, yang memperkuat hanya keinginan untuk mencapai pembebasan, bisa dengan sukses menjalani jalan ini.

Jalan pelepasan keterikatan duniawi ini sangat jarang dipilih, dan jalan ini tidak dimaksudkan untuk semua orang. Akan tetapi mereka yang menjalani kehidupan melepaskan segala keduniawian adalah yang terberkati. Jalan pengetahuan memang juga sangat membantu asal seseorang tahu bagaimana melakukan perbuatan dengan tanpa pamrih dan dengan penuh keahlian, tinggal dalam dunia akan tetapi tetap mengatasi semuanya tanpa keterikatan. Tujuan keduanya tetaplah sama.


Berbagai Godaan
Tuhan menyediakan berbagai jenis godaan padamu ketika kau sedang berada dalam perjalanan menuju pencerahan. Hanya setelah kau melewati segala godaan itu maka kau bisa tiba di tujuan. Jika seorang anak kecil menangis, apa yang dilakukan oleh ibunya ? Pertama-tama ibunya akan memberikan manisan. Tetapi jika kemudian anak itu masih terus menangis, maka ibunya akan berusaha membujuk dengan benda-benda lain seperti boneka, kue, dll. Dan jika anak tersebut masih tetap tidak mau berhenti, maka sang ibu akan mengambilnya dan memangkunya dengan penuh kasih. Kadang-kadang sebelum ibunya mengambil dan memangku anaknya, beliau terlebih dahulu mencoba dengan berbagai benda-benda berharga lainnya. Hal yang sama juga terjadi pada kita ketika menjalani jalan spiritual.


Kedisiplinan Diri
Banyak orang tidak dapat menghadapi sesuatu yang terjadi kepada diri mereka sendiri. Mereka menentang segala masalah, keinginan dan kebiasaan yang mereka tidak sukai akan tetapi tidak dapat melepaskan diri. Mereka tidak mengijinkan orang lain memahaminya dan membantunya untuk membebaskan diri. Kita seharusnya selalu membuka diri dengan siapapun, dimanapun dan jangan biarkan rasa malu menguasai kita. Masalah-masalah ini dapat menghalangi kemajuan kita. Kita membicarakan segala masalah yang tidak bisa kita hadapi dengan orang lain. Selama melakukan meditasi, orang itu harus mengijinkan semua pikiran-pikiran yang memalukan dan keinginan-keinginan muncul agar orang itu sendiri dapat mengamati mereka tanpa harus terlibat. Dalam hal ini meditasi adalah cara yang paling efektif untuk menyembuhkan dan mendapatkan keseimbangan hidup.

Bagi orang-orang yang meninggalkan rumah dan kewajibannya masih membawa akar samskara yang tersebar dalam kehidupan sebelumnya. Untuk membebaskan diri dari samskara membutuhkan waktu yang lama. Pembebasan ini memerlukan mental yang baik dari kesan-kesan yang kreatif dan benih-benih spiritual. Penyucian dan penggantian mental mungkin dilakukan jika orang tersebut berdisiplin untuk diri sendiri. Banyak guru-guru modern mengajarkan proses spiritual dan meditasi tanpa disiplin. Disiplin diri sangat penting di jalan spiritual. Menjadi Svami atau Bhiksu tidaklah terlalu penting. Hal yang paling penting adalah melaksanakan hidup disiplin untuk diri sendiri, oleh karena itu diperlukan sebuah jembatan penghubung di antara hidup di dalam dan di luar. Disiplin adalah dasar dari jembatan tersebut. Orang-orang tidak perlu menggunakan berbagai macam teknik, akan tetapi mereka harus belajar meningkatkan disiplin diri mereka sendiri.


Kondisi di dalam lebih penting
Walaupun telah meninggalkan kekayaan, rumah, keluarga, istri dan anak-anak, orang masih belum dapat meninggalkan nafsu untuk mendapatkan nama dan ketenaran meskipun orang itu telah dapat membersihkan ego dan emosinya menuju kesadaran diri. Tumbuhnya pikiran-pikiran baru adalah langkah yang perlu di dalam pencerahan. Pengasingan diri hanyalah membawa ketidakbahagiaan dan frustasi. Pengasingan diri yang dilakukan tanpa menyadari tujuan hidup akan menciptakan masalah untuk pertapa itu sendiri dan bagi orang-orang yang menjadikan pertapa itu sebagai contoh. Orang-orang tersebut berpikir bahwa para pertapa adalah contoh yang baik untuk diikuti. Akan tetapi aku menemukan orang biasa yang jauh lebih utama dari seorang pertapa. Kondisi di dalam diri kita sendiri lebih penting daripada cara hidup eksternal.

Namun bukan berarti semua prtapa buruk, hanya saja mereka yang belum siap menjadi pertapa sebaiknya jangan menempuh kehidupan sebagai pertapa.


Melepaskan Keterikatan
Meditasi tidak akan berguna jika engkau menyerah dari ikatan, kemarahan dan kebanggaan. Sebaiknya engkau tidak melakukan meditasi, keseluruhan hidupmu akan menjadi sebuah bentuk meditasi. Meditasi akan berjalan secara alami seolah telah menyatu dengan anda jika anda telah melepaskan segala keterikatan, amarah dan kebanggaan. Dan setelah itu anda tidak harus selalu berpose melakukan asana tertentu, karena seluruh pergerakan hidup anda akan menjadi sebuah bentuk meditasi.


Enam Jalan Utama

Bhakti Yoga
Ada banyak jalan atau ajaran untuk mendapatkan pencerahan di dalam Yoga, akan tetapi sebenarnya ada enam jalan utama, dan Bhakti Yoga adalah salah satunya. Ajaran cinta kasih adalah sebuah jalan penyerahan diri, dan musik merupakan salah satu cara untuk mengekspresikan Bhakti. Bhakti Yoga berdasarkan pada korban suci, penghormatan dan cinta kasih. Di dalam ajaran ini, rasa rendah hati, kesucian, kesederhanaan, lemah lembut, ketulusan hati sangatlah penting. Ajaran ini adalah ajaran tentang hati. Di dalam ajaran ini, pengikutnya langsung menunjukkan kekuatan emosinya kepada Tuhan. Banyak pemuja ajaran ini mencucurkan air mata ketika mereka mendengar atau mengucapkan nama Tuhan saat mereka sedang berdoa. Secara filosofis, penganut ajaran ini tidak ingin menyatukan dirinya dengan Tuhan dan cenderung memiliki identitas yang berbeda dan selalu menjadi abdi Tuhan. Filsafat kebebasan dalam ajaran ini adalah dekat dengan Tuhan. Kebebasan berarti mendapatkan status di pesawat surga dimana mereka tetap berada di dekat Tuhan. Banyak orang yang mengikuti ajaran ini, akan tetapi ajaran ini sangat sulit untuk dipahami seperti yang dipikirkan oleh kebanyakan orang. Bhakti Yoga bukanlah ajaran yang buta bagi pengikutnya.


Jnana Yoga
Jnana Yoga adalah ajaran tentang pengetahuan dan sering disebut dengan Yoga Intelektual. Ajaran ini tidak hanya menyangkut tentang pengetahuan intelektual akan tetapi intelektual yang telah dipertajam dengan mendengarkan kata-kata para Resi yang dianggap sebagai guru dan merenungkan kata-kata mereka untuk mendapatkan kebebasan. Ajaran ini seperti pinggiran pisau cukur dan jika orang tersebut tidak melaksanakan ajaran ini dengan disiplin, ia mungkin akan menjadi sangat egois. Mengikuti petunjuk para Resi dan perenungan dengan bantuan bebas dari ikatan sangatlah penting di dalam melaksanakan ajaran ini.


Karma Yoga
Karma Yoga adalah ajaran yang dianut oleh orang yang percaya dalam melaksanakan kewajiban tanpa mementingkan diri sendiri. Penganut ajaran ini memahami bahwa semua hasil dari perbuatan harus dipersembahkan kepada Tuhan yang berada di dalam hati semua manusia. Sifat tidak mementingkan diri sendiri akan membebaskan manusia itu sendiri dari ikatan yang diciptakan oleh hasil perbuatan itu sendiri. Pengetahuan tentang Karma Yoga sangatlah penting dalam mendapatkan kebebasan. Dengan melaksanakan perbuatan yang benar yang tidak menciptakan ikatan, dan dengan mencapai pengetahuan tertinggi, orang tersebut akan membebaskan dirinya dari lingkaran kelahiran dan kematian.


Kundalini Yoga
Kundalini Yoga adalah salah satu aspek Yoga yang dilaksanakan oleh orang-orang yang sangat memahami tentang tubuh, sistem syaraf dan berbagai jenis pusat energi (chakra-chakra) di dalam tubuh manusia. Disiplin khusus yang membantu para pencari untuk mengendalikan fungsi tubuh dan keadaan mental adalah hal yang penting. Kekuatan utama yang tertidur di dasar tulang belakang harus dibangunkan dan diarahkan menuju sushumna kemudian ke chakra tertinggi dimana prinsip Shakti menyatu dengan prinsip Shiva.


Raja Yoga
Raja Yoga adalah ajaran tentang disiplin sistematis yang membimbing pengikutnya menuju ke atas sejajar dengan anak tangga yang kedelapan dalam melaksanakan Samadhi atau bersatu dengan kenyataan abadi. Ajaran ini adalah ajaran yang paling luas dan memiliki sistematik yang tinggi dan pengetahuan tentang Karma, Bhakti dan Jnana yang digabungkan. Filsafat Raja Yoga berdasarkan pada filsafat Samkhya.


Sri Vidya
Sri Vidya merupakan pemahaman tentang mikrokosmos dan makrokosmos merupakan ajaran tertinggi dari semua ajaran dan hanya dapat dilaksanakan oleh beberapa orang saja. Ajaran ini sangat praktis akan tetapi memerlukan pemahaman filosofi yang sangat kuat sebelum menempuhnya. Latihan yang dilaksanakan hanya dengan mempelajari buku akan membuang-buang waktu dan sangat berbahaya. Bimbingan seorang Guru yang ahli dalam ajaran ini sangat diperlukan di dalam latihan-latihan spiritual dan prinsip-prinsip tentang Tantra dan filsafat lainnya harus dipahami sebelumnya sebelum murid tersebut menempuh ajaran ini. Jalan ini biasanya hanya ditempuh oleh Resi yang berpengetahuan sangat tinggi.


Tujuan Semua Ajaran Adalah Sama
Pikiran yang bingung tidak pantas mengikuti ajaran apapun. Pencari kebenaran harus belajar untuk mencari kompeten dan bimbingan dengan melihat tanda-tanda tertentu dan gejala-gejala pada seorang guru, seperti misalnya, tidak mementingkan diri sendiri, kebenaran, ketulusan hati dan pengendalian pikiran, perbuatan dan kata-kata. Murid sering melakukan kesalahan ketika mereka menjadi sangat idealis tanpa melihat kapasitas diri mereka atau mengikuti disiplin ilmu lainnya. Mereka hanya melihat apa yang mereka ingin lihat. Masalah ini menghalangi mereka untuk belajar dan mereka keluar dari ajaran yang mereka ikuti. Mereka menjadi sangat fanatik, egois dan mulai menentang orang lain. Hal ini dapat terjadi kepada siapapun jika perasaan rendah diri berkembang dan menciptakan suatu lingkaran, menutup semua pintu pengetahuan dan membuat ia hanya memikirkan dirinya sendiri, tidak komunikatif dan egois.

Mempelajari kitab suci sangatlah baik dan berguna, akan tetapi tanpa Satsanga (berkumpul bersama teman-teman yang memiliki tujuan spiritual yang sama) pengetahuan itu juga akan membuat orang itu egois. Manusia berpendidikan akan sangat rendah hati, komunikatif dan tingkah lakunya halus.

Pemula sering menentang dan membanggakan tentang keutamaan ajaran mereka, akan tetapi orang yang sudah melangkah di jalan itu mengetahui bahwa semua ajaran memiliki tujuan yang sama. Tidak ada ajaran yang lebih utama atau lebih rendah. Tidak peduli dengan ajaran apapun yang diikuti oleh seseorang akan tetapi orang tersebut harus hati-hati untuk melihat perubahan pikiran dan belajar untuk tidak terpengaruh oleh pikiran-pikiran itu.


Bebas dari Ikatan Karma
Semua manusia tidak perlu meninggalkan duniawi, jalan pengasingan diri sangat sulit ditempuh. Sebenarnya kita tidak perlu meninggalkan benda-benda duniawi karena manusia sebenarnya tidak memiliki apapun. Oleh karena itu kita tidak perlu meninggalkan apapun, akan tetapi rasa memiliki yang harus ditinggalkan.

Meskipun engkau tinggal di dunia atau di tempat lain tidak terlalu berbeda. Ikatan terhadap suatu benda dunia adalah penyebab kesedihan. Orang yang berusaha untuk membebaskan diri dari ikatan dan rasa kasihan akan mendapatkan kebebasan dari ikatan karma. Di dalam ajaran karma, kewajiban tidak perlu ditinggalkan akan tetapi harus dilaksanakan dengan baik dan tidak mementingkan diri sendiri. Para pertapa meninggalkan benda-benda duniawi dan menjauhi mereka, akan tetapi mereka juga harus melaksanakan kewajibannya yang utama. Orang yang tinggal di dunia sebagai pemilik rumah juga memiliki kewajiban utama. Bagi orang-orang yang menjadi sombong karena menerima dan menggunakan hasil perbuatan akan menciptakan kesusahan bagi diri mereka sendiri. Mereka akan kesulitan mendapatkan kebebasan dari ikatan yang diciptakan oleh dirinya sendiri. Jika semua ikatan dan rasa memiliki tidak ditinggalkan, jalan pengasingan diri akan menyedihkan. Jika Guru rumah tersebut tidak berusaha melepaskan ikatan keduniawian dan tetap sombong dan ingin memiliki, hal ini juga akan menciptakan kesedihan bagi mereka.

Untuk mencapai tujuan hidup sangatlah perlu bagi kita untuk melaksanakan kewajiban dimanapun kita berada. Jalan pengasingan diri dan ajaran karma atau perbuatan, meskipun merupakan dua jalan yang berbeda, keduanya sangat membantu pencapaian kebebasan diri. Jalan yang satunya ditempuh dengan pengorbanan, sedangkan satunya lagi dengan penaklukan.
Hukum karma berlaku untuk siapa saja. Samskara kita dimasa lalu akan terus mengakar tanpa kita sadari. Samskara yang terpendam ini menciptakan berbagai macam pikiran dan akan terekspresi melalui kata-kata dan tindakan. Para murid mempunyai kemungkinan untuk membebaskan dirinya dari samskara. Memori memiliki ikatan yang kuat di tempat tidur samskara kita. Orang-orang yang membakar samskara ini dengan api kebebasan atau pengetahuan akan terbebas dari segala ikatan yang diciptakan oleh diri mereka sendiri. Hal ini seperti tali yang terbakar yang kehilangan kekuatannya untuk mengikat meskipun benda itu masih dalam wujud seutas tali. Ketika kesan mendalam masih berada di alam bawah sadar di bakar dengan api pengetahuan dan kehilangan kekuatan untuk berkembang, mereka tidak akan bisa tumbuh kembali. Mereka seperti biji-biji kopi yang dipanggang. Mereka dapat ditumbuk menjadi secangkir kopi akan tetapi biji tersebut tidak dapat tumbuh. Ada dua perbedaan mendasar dari Samskara. Kualitas samskara yang pertama dapat membantu jalan spiritual sedangkan lainnya dapat menjadi penghalang.

Bebas dari ikatan duniawi seperti api yang membakar kekuatan samskara yang terikat dengan masa lalu. Keuntungan yang diperoleh dari pertapa yang meninggalkan keduniawian diambil hikmahnya oleh pemilik rumah dengan melaksanakan pembebasan diri dari ikatan. Pertapa mendapatkan pencerahan di daerah pengasingan dan orang yang sudah berumah tangga mendapatkan pencerahan di dunia.

Bebas dari ikatan tidak berarti membedakan atau tidak mencintai. Bebas dari ikatan dan cinta adalah satu dan sama. Bebas dari ikatan akan memberikan kebebasan, akan tetapi ikatan duniawi akan menyebabkan kita terikat. Melalui ketidakterikatan, orang yang sudah berkeluarga itu tetap menyadari tujuan hidupnya dan usaha untuk mendapatkan pencerahan. Kebebasan dari ikatan dan pengasingan diri akan menyebabkan orang menyatu dengan kesadaran universal. Orang itu tidak lagi terikat dengan karma dan Ia akan benar-benar bebas.

Bagi jiwa yang sudah bebas, roda kehidupan masih berputar, akan tetapi karmanya tidak lagi mengikatnya. Perbuatannya disebut dengan gerakan tanpa bergerak. Ketika murid mampu menempuh jalan pencerahan, seorang guru akan mudah membimbingnya, dan pada suatu hari ia juga akan mendapatkan kebebasan akhir.


Kekuatan Penyembuhan
Ada tiga jenis penyembuhan, fisik, mental dan spiritual. Manusia memiliki ketiga hal ini. Orang yang memiliki kekuatan spiritual dapat menyembuhkan orang lain pada semua tingkatan spiritual. Akan tetapi jika ia menggunakan kemampuannya mengobati sebagai profesi, pikiran dan dorongan keinginannya akan kembali terikat dengan keduniawian. Pikiran yang masih kacau dan terikat tidak pantas untuk mengobati orang lain. Saat kita menjadi sombong, pikiran kita akan berubah dan mulai mengalami penurunan. Kekuatan spiritual yang tidak dapat digunakan dan menghalangi dasar dari kekuatan tersebut disebut iccha shakti. Orang yang bijaksana selalu mengatakan bahwa semua kekuatan adalah kepunyaan Tuhan. Kekuatan itu hanyalah merupakan alat.

Setiap manusia memiliki bakat untuk mengobati. Energi pengobatan akan mengalir tanpa perintah di dalam jiwa manusia. Dengan pengobatan yang benar, pusat energi pengobatan ini dapat langsung mengobati bagian tubuh atau pikiran yang mengalami penderitaan. Energi pengobatan dapat mengobati dan menguatkan si penderita. Kunci dari pengobatan adalah tidak mementingkan diri sendiri, cinta, keinginan yang dinamis dan bhakti kepada Tuhan.


Tiga Aliran Tantra
Menurut ilmu Tantra, laki-laki dan perempuan adalah dua pedoman alam semesta yang disebut Siva dan Shakti. Kedua pedoman ini ada pada masing-masing individu. Ada tiga pengetahuan yang ditekankan di dalam Tantra : Kaula, Misra dan Samaya.
Kaula atau Tantra aliran kiri memuja Shakti dan cara mereka melakukan pemujaan adalah dengan berbagai macam upacara ritual termasuk pelaksanaan seksual. Mereka bermeditasi berdasarkan pada kekuatan yang tersembunyi (kundalini) dan membangunkannya di muladhara chakra yang terletak di dasar sumsum tulang belakang. Orang awam sering salah menggunakan ajaran ini.

Di dalam ajaran Misra (ajaran yang menyatu atau bercampur) pemujaan di dalam diri sendiri digabungkan dengan tingkah laku. Kekuatan yang terpendam dibangkitkan dan dibimbing menuju ke anahata chakra di mana chakra itu dipuja. 

Jalan tertinggi dan paling murni dari Tantra disebut Samaya atau aliran kanan. Aliran ini adalah Yoga. Ajaran ini tidak berkaitan dengan berbagai macam ritual atau bentuk pemujaan yang lainnya termasuk seks. Meditasi adalah kunci, akan tetapi jenis meditasi yang dilakukan tidak seperti meditasi pada umumnya yang hanya bertujuan untuk rileksasi, penyembuhan, menghilangkan stress dan sebagainya.


Pencerahan Tertinggi
Seorang Yogi besar di Himalaya mengatakan, "Ketika Panca Indra dapat dikendalikan dengan baik dan tidak berhubungan dengan benda-benda duniawi, saat itu, persepsi indra tidak lagi menciptakan hayalan pada pikiran. Pikiran kemudian dilatih kesatu titik. Ketika pikiran tidak lagi memanggil susunan-susunan pikiran dari ketidaksadaran, tingkat pikiran yang semakin seimbang akan membimbingmu ketingkat kesadaran yang lebih tinggi. Tingkat keheningan yang paling tinggi terbentuk di dalam sattva yang merupakan tingkat pencerahan yang paling tinggi. Latihan meditasi dan ketidakterikatan adalah dua kunci utama. Keyakinan yang sangat kuat merupakan dasar yang sangat penting untuk membangun filsafat hidup yang pasti. Intelektual yang menghambat dan emosi yang buta tidak mendukung hal ini. Meskipun keduanya adalah kekuatan yang sangat besar, akan tetapi mereka harus dikenali terlebih dahulu, dianalisa dan kemudian diarahkan ke pusat intuisi. Intuisi adalah sumber utama dari pengetahuan sejati. Semua ini apapun yang engkau lihat di dunia adalah tidak nyata. Sebab keberadaannya berubah secara alami. Kebenaran bersembunyi di bawah perubahan ini.


Penyerahan Diri
Penyerahan diri adalah metode pencerahan yang tertinggi dan termudah. Orang yang menyerahkan dirinya kepada Tuhan akan selalu dilindungi oleh kekuatan Tuhan. Orang yang tidak memiliki apapun dan tidak memiliki siapapun untuk melindungi dirinya memiliki Tuhan dan akan selalu dilindungi olehNya.


Kekuatan Menyembuhkan
Para rsi menemukan kesenangan di dalam mengobati orang lain. Hal ini diluar konsepsi pikiran manusia biasa. Sejarah manusia telah menyatakan banyak hal tentang para pemimpin spiritual yang menderita karena membantu orang lain. Para rsi tersebut menjadi contoh dan banyak orang, bahkan di jaman sekarang mengikuti langkah orang-orang bijaksana tersebut. Ketika kesadaran individual berkembang ke dalam kesadaran kosmik, hal ini akan memudahkan bagi orang merasa mendapatkan pencerahan di dalam mengobati orang lain. Bagi mereka hal itu bukanlah penderitaan, meskipun orang awam menganggapnya sebagai suatu penderitaan. Ketika kesadaran individu hanya terbatas kepada lingkungan individu sendiri, orang tersebut akan menderita. Orang bijaksana tidak akan mengalami penderitaan jika sesuatu terjadi padanya, akan tetapi akan merasa lebih menderita jika melihat penderitaan orang lain.

Sakit dan senang adalah pasangan yang berlawanan yang akan dialami ketika indra bersentuhan dengan obyek duniawi. Orang yang kesadarannya telah berkembang di luar batas indra akan memperoleh kebebasan dari pasangan yang berlawanan ini. Ada banyak cara untuk menarik pikiran dari indra dan memfokuskannya untuk memunculkan ke dalam pusat kesadaran. Di dalam tingkatan pikiran tersebut, orang tidak dipengaruhi oleh rasa senang dan rasa sakit. Pikiran yang menyatu tersebut juga akan menciptakan keinginan yang dinamis yang dapat digunakan untuk mengobati orang lain. Semua kekuatan mengobati mengalir di dalam tubuh manusia dari satu sumber kesadaran. Saat tabib sadar akan dirinya, aliran spontan dari kekuatan pengobatan tersebut akan terhenti. Mengobati adalah kekuatan alami yang ada pada manusia. Mengobati orang lain dapat dilakukan melalui kekuatan keinginan yang tidak dipengaruhi oleh pikiran buruk.
Shaktipat
Shaktipat hanya dapat dicapai oleh orang-orang yang telah melaksanakan latihan-latihan spiritual dalam waktu yang lama, dan penuh dengan pengorbanan. Jika murid siap, Sang Guru akan muncul untuk memberikan bimbingan yang tepat. Ketika murid melaksanakan hal itu dengan kesetiaan, kebenaran dan kesungguhan hati, semua rintangan akan dapat dihancurkan oleh guru tersebut. Pengalaman pencerahan datang dari usaha yang sungguh-sungguh dari murid dan guru. Dengan kata lain, jika engkau telah melaksanakan kewajibanmu dengan bersungguh-sungguh dan dengan sepenuh hati, engkau akan memperoleh anugrah. Anugrah akan diberikan setelah berbuat. Shaktipat adalah anugrah Tuhan yang diberikan melalui guru.


Cara Meninggalkan Tubuh

Cara Meninggalkan Tubuh atau teknik meninggal yang dilakukan oleh para Yogis sangat metodikal, tanpa sakit dan secara sadar. Hal ini tidak biasa di dunia nyata, akan tetapi hal ini adalah proses yang pasti atau cara untuk meninggalkan tubuh yang tidak lagi merupakan instrumen untuk mendapatkan pencerahan. Tubuh dianggap sebagai beban, sebuah penghalang menghalangi perjalanan orang mati ketika ia pergi melalui simpanan memori yang tidak disadari. Hanya bagi mereka yang tidak kompeten di dalam teknik-teknik yang lebih tinggi dan tidak menyadari dirinya di dalam Yoga terhadap kekuatan keinginan dan pengendalian diri menerima cara meninggal normal yang lebih rendah dari metode Yoga.

Ada cara-cara yang sangat jarang dilakukan di dalam meninggalkan tubuh. Dengan cara melakukan meditasi pada Solar Plexus dimana api keabadian membakar tubuh dalam sekejap dan segalanya berubah menjadi abu. Pengetahuan ini diberikan oleh Yama, dewa kematian kepada muridnya Naciketa di dalam Kathopanisad. Di seluruh dunia, pembakaran secara spontan sering di dengar dan orang-orang kagum akan hal tersebut. Akan tetapi lontar-lontar kuno seperti Mahakala Nidhi menjelaskan metode ini secara sistematis.

Kelahiran dan kematian adalah dua kejadian yang dianggap sangat kecil oleh para Yogi dan Rsi di Himalaya. Manusia modern berusaha dengan berbagai cara untuk menemukan misteri kematian. Mereka melakukan hal tersebut dan sekarang dapat mempersiapkan berbagai macam hal terhadap kejadian yang sangat menyenangkan tersebut. Karena kurang memahami filsafat yang berada di belakang kehidupan, mereka tidak mengetahui atau memahami teknik meninggal sehingga mereka tidak mempersiapkan diri mereka sendiri. Bagi para Yogi, kematian adalah kebiasaan dari tubuh dan sebuah perubahan seperti perubahan lain yang terjadi di dalam proses pertumbuhan. Literatur tentang Yoga dan latihan-latihannya yang religius dapat membuktikan secara scientifik dan dapat digunakan untuk mendapatkan kematian yang menyenangkan dan orang-orang yang menderita.


3 Kategori Manusia

Ada 3 Kategori Kesadaran :

1. Kesadaran Agung, Tuhan Alam Semesta
2. Kesadaran para Rsi, mereka yang memiliki kemampuan melampaui kelahiran dan kematian dan manusia setengah abadi. Mereka dapat hidup dan mati berdasarkan atas keinginannya.
3. Kesadaran manusia biasa, mereka yang tidak memiliki kemampuan terhadap kelahiran dan kematian. Bagi mereka kematian adalah sesuatu yang sangat menakutkan yang selalu ada dalam pikiran dan hatinya. Orang yang seperti iini akan selalu mengalami penderitaan.
Seorang Yogi dan Rsi tidak terganggu oleh ikatan kelahiran dan kematian. Mereka terbebas dari semua rasa takut. Terbebas dari semua ketakutan adalah pesan pertama dari para Yogi. Ketidaktakutan adalah satu langkah menuju pencerahan.


Yogi Sempurna
Yogi dan Rsi yang sempurna tidak memiliki batasan usia dan dapat hidup sesuai dengan keinginan mereka. Jiwa mereka dapat meninggalkan tubuhnya dengan ikhlas dan juga dapat memasuki tubuh lainnya. Dikatakan bahwa Sri Sankaracarya pendiri Ordo Swami dianugrahi kekuatan semacam ini. Sebuah kitab mendeskripsikan proses ini sebagai Parakaya Pravesa. 


Mengembangkan kehidupan

Ada 3 cara untuk mengembangkan kehidupan :
1. Melalui kekuatan Yoga yang sempurna dan hidup yang berdisiplin, orang dapat hidup dalam waktu yang lama.
2. Dengan menukar tubuhnya, seseorang dapat melanjutkan hidupnya untuk hidup secara sadar dengan semua pengalaman yang dibawanya dari tubuh sebelumnya. Teknik ini banyak dikuasai oleh Yogi dari Himalaya dan Thibet.
3. Melalui pencerahan, kebebasan diri dan tidak perlu ada ikatan dengan pakaian yang disebut badan.
Para Rsi menggali dan menemukan kebenaran yang lebih dalam dari kehidupan.


Semoga Bermanfaat, 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar