Kamis, 25 Desember 2008

GAMBARAN PROSES KUNDALINI

GAMBARAN PROSES KUNDALINI

Dalam bab ini akan dibahas proses Kundalini secara lebih rinci. Secara garis benar, proses Kundalini adalah:
• Kebangkitan
• Pembersihan
• Pemurnian
• Memunculkan diri sejati

Berbagai hal yang berkaitan dengan kebangkitan Kundalini telah dibahas sebelumnya. Oleh sebab itu, untuk selanjutnya akan dibahas mulai dari proses pembersihan saja.

I. Pembersihan
Sushumna sebagai jalur utama energi eterik pada awalnya dipenuhi oleh berbagai hambatan, sehingga dapat diumpamakan sebagai sebuah saluran yang masih dipenuhi dengan kotoran. Karena akar dari cakra-cakra utama terdapat pada sushumna, maka akar dari cakra-cakra ini pun dapat dikatakan tersumbat (lihat Gambar 15).

Pada orang-orang yang telah melakukan latihan-latihan prana ataupun latihan pernafasan, bagian luar cakranya telah dibersihkan. Tetapi, latihan-latihan pernafasan umum biasanya tidak mencapai akar cakra yang terdapat pada sushumna. Hanya Kundalini yang dapat membersihkan sushumna dan akar cakra sampai tuntas, termasuk membuang simpul-simpul cakra dan membuka cakra-cakra secara sempurna. (Gambaran pembersihan dasar ini dapat dilihat dalam Bab IV sebelumnya, di bagian Penyebab Masalah Kundalini).

Pembersihan oleh Kundalini jauh lebih dalam daripada pembersihan biasa. Para praktisi tenaga prana yang melakukan pembersihan pada cakra-cakra utamanya setiap hari, mungkin menganggap bahwa cakra-cakra utama mereka telah bersih sekali. Tetapi, pembersihan biasa hanyalah membersihkan bagian luar cakra dan tidak sampai pada akar cakra ataupun sushumna. Selain itu, pembersihan biasa tidak membuang seluruh hambatan yang ada, misalnya hambatan-hambatan yang disebabkan oleh karma ataupun trauma. Mengingat kepercayaan reinkarnasi bahwa seorang manusia biasanya telah hidup ratusan kali, dapat dibayangkan kesulitan untuk membuang kumpulan dari karma dan trauma yang tercipta selama ratusan kali masa hidup dalam satu kali kehidupan.

Akan tetapi, hal ini tidak perlu dirisaukan. Kundalini akan melakukan seluruh pembersihan yang dibutuhkan walaupun orang yang bersangkutan tidak mengetahui apa pun. Jadi, walaupun seseorang tidak melakukan latihan apa pun, Kundalini akan tetap melakukan seluruh proses pembersihan. Seluruh latihan yang selama ini ada, termasuk yang dibahas dalam tulisan ini, hanya berfungsi untuk mempermudah dan mempercepat proses pembersihan, sekaligus memperkecil efek samping yang mungkin timbul akibat proses pembersihan yang luar biasa tersebut.

Hambatan yang berasal dari trauma kehidupan yang lalu biasanya agak sulit dibersihkan dan membutuhkan pengertian khusus. Hambatan seperti ini biasanya dapat dikenali sebagai sebuah gangguan yang telah menahun pada salah satu bagian tubuh.

Saat dibersihkan dengan cara biasa, misalnya dengan penyapuan prana, gangguan ini dirasakan hilang. Tetapi, dalam beberapa menit atau beberapa jam, gangguan tersebut kembali lagi seperti semula. Apabila pembersihan yang sama tetap dipergunakan pada tubuh manusia akan dibutuhkan waktu bertahun-tahun sebelum hambatan tersebut benar-benar lenyap. Untuk membersihkan hambatan seperti ini dalam waktu yang lebih singkat orang yang bersangkutan harus menemukan penyebab terjadinya hambatan tersebut dan dapat membuang semua emosi negatif yang tersimpan selama ini. Secepat penyebab hambatan diketahui dan emosi negatif yang terpendam dapat dibuang, hambatan akan lenyap secara seketika.

Sebagai contoh, salah seorang rekan penulis merasakan hambatan pada tulang punggungnya pada ketinggian solar plexus. Penulis dan rekan tersebut telah mencoba mempergunakan berbagai teknik penyembuhan dengan tenaga prana maupun kristal.

Setelah perawatan, hambatan dirasakan hilang. Tetapi, dalam beberapa jam saja, hambatan tersebut kembali lagi seperti semula. Dengan penggunaan teknik terapi kristal, barulah rekan penulis menemukan bahwa penyebab hambatan tersebut adalah akibat punggungnya tertusuk oleh sebuah tombak trisula di tiga kehidupan yang lalu dan berhasil melepaskan emosi-emosi yang diakibatkan oleh penderitaan saat ditusuk.

Pada saat terapi, rekan tersebut benar-benar melihat kejadian yang telah lalu itu. Setelah terapi hambatan tersebut lenyap dan tidak pernah kembali lagi.

Saat cakra mahkota mulai terbuka, Kundalini akan keluar dari cakra mahkota sambil membawa kotorankotoran secara terus-menerus. Kotoran yang berasal dari energi negatif, karma, dan sebagainya akan dipompa ke luar melalui cakra mahkota. Setelah keluar dari cakra mahkota, Kundalini bercampur dengan kekuatan Ilahi dan turun lagi untuk meresap ke dalam tubuh.

Jadi, cara kerja Kundalini amat berbeda dengan tenaga dalam. Dalam latihan tenaga dalam seluruh energi yang ada di dalam dan di sekitar tubuh akan ditarik untuk disimpan di bawah cakra pusar (cakra tan tien). Sedangkan dengan Kundalini, energi yang ada dilepaskan untuk ditukar dengan energi yang lebih halus, yaitu energi yang telah bercampur dengan kekuatan Ilahi.

Dalam proses pembersihan ini, pembersihan belum dilakukan secara tuntas. Misalnya, kotoran karma yang tersimpan dalam tubuh berupa tali/akar hanya akan dibersihkan yang besar-besar saja. Ujung-ujung tali karma dan bibit-bibit karma akan dibersihkan dalam proses selanjutnya yang biasa juga disebut dengan proses pemurnian.

Pembuangan tali/akar karma dalam tahap pembersihan ini dapat dilakukan dengan beberapa cara. Beberapa aliran mempergunakan mantera untuk membakar karma. Tetapi, karma juga dapat dibuang secara manual, yaitu dengan penyapuan. Penyapuan dapat ditujukan langsung pada tali/akar karma untuk menariknya keluar dari tubuh. Tetapi, terlepas dari teknik apa yang dipergunakan, pembersihan karma tidak dapat dilakukan dengan mudah. Pembersihan harus dilakukan berulang-ulang untuk beberapa bulan.


1.1. Masalah dalam Pembersihan

Dari pusatnya di bawah, Kundalini menaiki tubuh untuk melakukan pembersihan. Saar naik, Kundalini kadangkala terhenti oleh hambatan-hambatan. Hambatan mungkin timbul akibat masalah fisik, seperti akibat bergesernya rugs-rugs tulang belakang. Hambatan seperti ini mungkin tidak terjadi pada setiap orang. Tetapi, hambatan eterik dimiliki oleh hampir setiap orang. Hambatan ini biasanya timbul oleh karena kotornya tubuh eterik, emosi negatif,
ditukar dengan energi yang lebih halus, yaitu energi yang telah bercampur dengan kekuatan Ilahi.
Dalam proses pembersihan ini, pembersihan belum dilakukan secara tuntas. Misalnya, kotoran karma yang tersimpan dalam tubuh berupa tali/akar hanya akan dibersihkan yang besar-besar saja. Ujung-ujung tali karma dan bibit-bibit karma akan dibersihkan dalam proses selanjutnya yang biasa juga disebut dengan proses pemurnian.
Pembuangan tali/akar karma dalam tahap pembersihan ini dapat dilakukan dengan beberapa cara. Beberapa aliran mempergunakan mantera untuk membakar karma. Tetapi, karma juga dapat dibuang secara manual, yaitu dengan penyapuan. Penyapuan dapat ditujukan langsung pada tali/akar karma untuk menariknya keluar dari tubuh. Tetapi, terlepas dari teknik apa yang dipergunakan, pembersihan karma tidak dapat dilakukan dengan mudah. Pembersihan harus dilakukan berulang-ulang untuk beberapa bulan.
1.1. Masalah dalam Pembersihan
Dari pusatnya di bawah, Kundalini menaiki tubuh untuk melakukan pembersihan. Saar naik, Kundalini kadangkala terhenti oleh hambatan-hambatan. Hambatan mungkin timbul akibat masalah fisik, seperti akibat bergesernya rugs-rugs tulang belakang. Hambatan seperti ini mungkin tidak terjadi pada setiap orang. Tetapi, hambatan eterik dimiliki oleh hampir setiap orang. Hambatan ini biasanya timbul oleh karena kotornya tubuh eterik, emosi negatif, karma negatif, maupun trauma dari kehidupan-kehidupan sebelumnya.

Saat terhenti oleh sebuah hambatan, Kundalini akan mengeluarkan lebih banyak lagi tenaga untuk mendorong hambatan tersebut. Sebelum hambatan tersebut berhasil disingkirkan, akan terjadi penumpukan energi yang cukup besar untuk beberapa saat.

Banyaknya energi yang menumpuk di suatu bagian tubuh tertentu, mungkin menimbulkan berbagai efek samping secara fisik maupun mental. Tetapi, dengan melakukan latihan-latihan yang diberikan dalam bab-bab selanjutnya, niscaya masalah-masalah seperti ini dapat diantisipasi.
Setelah tahap pembersihan dilewati, proses selanjutnya dari Kundalini adalah tahap pemurnian. Sebagaimana namanya, tahap ini adalah tahap di mana pembersihan akhir dilakukan. Pada tahap pemurnian, hambatan-hambatan yang ada biasanya telah habis dibersihkan dalam tahap pembersihan. Oleh sebab itu, masalah-masalah yang muncul minim sekali.


2. Pemurnian

Pada tahap pembersihan akhir, Kundalini telah menembus cakra mahkota, sehingga cakra mahkota telah mulai membuka. Tetapi, membukanya cakra mahkota ini tidak berarti bahwa orang yang bersangkutan telah/dapat mencapai penerangan. Proses Kundalini masih harus melalui tahap pemurnian dan pencarian kesadaran sejati sebelum penerangan dapat dicapai.

Dalam proses pemurnian, tenaga Kundalini yang se-belumnya bewarna merah kekuningan berubah menjadi biru muda terang. Dalam tahap ini, Kundalini akan melakukan:

• Pembuangan sisa akar karma.
• Pengurangan pembentukan karma negatif.
• Pembersihan lanjutan cakra (membuka cakra lebih besar).
• Pemurnian tubuh.
• Penghalusan getaran energi.
• Transformasi otak.

Tujuan akhir dari proses Kundalini adalah untuk memperoleh penerangan. Setelah seseorang mencapai penerangan, roda reinkarnasi otomatis diputuskan, sehingga roh dari orang tersebut tidak perlu dilahirkan kembali. Untuk mencapai penerangan, seluruh karma harus diselesaikan. Setelah karma negatif selesai dibuang dalam proses pembersihan, sisa-sisa akar karma dan bibit karma yang masih ada pun harus dibuang. Dengan dibuangnya sisa-sisa akar karma barulah tubuh dapat dimurnikan dan berubah menjadi tubuh cahaya secara eterik.
Setiap kali seseorang berinteraksi dengan orang lain dalam perbuatan maupun hanya dalam pikiran, bibit karma yang ada akan langsung tumbuh menjadi seutas tali karma. Interaksi yang baik dan positif menciptakan karma positif, sementara pikiran atau emosi negatif menciptakan karma negatif. Jadi, interaksi yang menciptakan karma negatif harus dihilangkan. Selain itu, bibit-bibit karma negatif yang ada di tubuh pun harus dibuang.

Setelah dibersihkan dan dilewati oleh Kundalini dalam tahap pembersihan, cakra-cakra telah mulai terbuka. Beberapa cakra terbuka cukup benar, sementara sisanya masih kecil. Dalam tahap pemurnian ini, sisa-sisa energi negatif yang masih ada akan dibersihkan lagi. Selain membersihkan dari energi negatif, Kundalini membuat seluruh lembar daun cakra mengembang secara seimbang.

Tenaga Kundalini naik secara terus-menerus ke hampir seluruh bagian tubuh dalam tahap pemurnian ini. Organ-organ dalam dibersihkan. Hampir seluruh bagian tubuh dibakar oleh api Kundalini yang telah berubah warna menjadi biru muda terang. Pembakaran berlangsung terus-menerus untuk memurnikan seluruh anggota dan organ tubuh. Inilah sebabnya penulis menamakan tahap ini sebagai tahap pemurnian. Rasa panas-dingin mungkin dirasakan di hampir seluruh bagian tubuh. Pembersihan tubuh melalui pembakaran dengan api biru Kundalini ini akan membuat getaran tubuh menjadi semakin halus. Bagi seorang pewaskita, tubuh akan terlihat menyala terang.

Karena tenaga Kundalini bekerja di hampir seluruh bagian tubuh, sudah tentu tenaga Kundalini juga masuk ke dalam kepala. Otak akan ditransformasi sedemikian rupa sehingga lebih banyak bagian dari otak yang akan aktif dan berfungsi. Apabila pada seorang genius biasa hanya maksimum 15% dari bagian otaknya yang berfungsi, otak dari seseorang yang telah ditransformasikan oleh tenaga Kundalini akan berfungsi jauh melebihi 15%. Orang tersebut dapat memperoleh intuisi-intuisi maupun penglihatan-penglihatan, tergantung dari hal yang di-fokuskannya. Inilah penyebab kemampuan-kemampuan luar biasa dari segelintir orang.

Pembersihan dan pemurnian tubuh oleh Kundalini dapat diibaratkan bagai pengelupasan lapisan bawang. Apabila kebangkitan awal Kundalini dianggap seperti pengelupasan kulit luar bawang yang kering, pembersihan dan pemurnian adalah pengelupasan lapisan-lapisan dalam bawang tersebut. Dengan dikelupasnya lapisan-lapisan luar, lapisan paling dalam akan muncul, yaitu kesadaran sejati sebagai roh. Tetapi, untuk mencapai ini, haruslah disadari bahwa seorang manusia tidaklah terbatas pada tubuh fisik yang terlihat. Manusia bukanlah sekadar tubuh fisik ini saja. Manusia mempunyai jiwa dan roh. Roh sebagai jari diri sejati tidak terbatas sebagaimana tubuh fisik.




********

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar