Minggu, 28 Desember 2008

Kumpulan Artikel Sedulur Papat Lima Pancer

SEDULUR PAPAT LIMA PANCER

Sedikit mengenai Sedulur Papat Lima Pancer….

Berdasarkan wejangan ( pesan ) para leluhur kita, diungkapkan tentang sedulur papat dan kalima pancer dengan perincian berikutini;

Ajaran para leluhur kita telah turun temurun, mengungkap adanya sedulur papat lima pancer, yg sering terlupakan oleh manusia, padahal mereka adalah unsur-unsur persenyawaan yang bisa bersama-sama lahir sehari dengan kita, sewaktu meninggalkan rahim ibunya melalui liang senggama atau menurut istilah Jawa Kuna adalah MARGA HINA.

Adapun empat sedulur dan kelima pancer itu ( berjumlah lima ) memiliki nama
nama sendiri, yaitu :
- Mar dan Marti
- Kawah ( ketuban )
- Ari-ari ( plasenta )
- Rah ( darah )
- Puser ( pusar )

Kelima itu masing² memiliki rugas masing-masing dalam memangku tujuan menjaga keselamatan dan kesejahteraan kita, baik selaku umat manusia ,maupun makhluk hidup lainnya.

Mar dan Merti, Mendampingi dan memelihara hidup dan menumbuhkan daya cipta.
Kawah, Merawat badan, melahirkan hasrat kemauan.
Ari-ari, Menaungi perjalanan datau langkah hidup.
Darah, Membantu tingkah dan menciptakan atau cita-cita.
Pusar, Mendorong gerak dan gaya, mendatangkan keinginan.

Jikalau ini semua dapat dipelihara dan diatur sebaik-baiknya, maka besarlah arti dan manfaat dalam menciptakan kesejahteraan hidup. Terutama dengan memperingatinya pada hari lahirnya.

Sebaliknya jika sengaja atau tidak,kelima sedulur yg bersama sama lahir dg kita, diabaikan ( tdk dikenal, disayang dan dipelihara ), dan kita buktikan sendiri dalam perjalanan hidup kita sehari-hari, akan dapat menimbulkan berbagai cobaan, baik kesehatan, karier, kesehatan dll.

Oleh sebab itu kita sebagai orang timur ( Jawa khususnya ) yg sejak turun temurun sudah ditinggali ilmu sejati untuk menjaga keselamatan dan menciptakan kesejahteraa hidup, sepatutnya menjunjung tinggi ajaran nenek moyang kita, terutama mempelajari mengakui dan memanfaatkan sedulur 4 dan ke - 5 pancer demi kesejateraan kita sendiri.

Ketika sang ibu mengandung sampai melahirkan bayi ia mengalami penderitaan yang bersifat seperti demam, ngilu seluruh tubuhnya atau dalam bahasa Jawa disebut EMAR. Kecuali itu dirasakan pula seperti kejutan hati yg mengundang seribu perasaan tidak enak menjadi satu, sampai saat melahirkan bayi daro rahimnya, menurut ungkapan nenek moyang kita, lahirnya bayi adalah bersama-sama sedulur mudanya permepuan yg diberi istilah nama MAR - MARTI, keluar dari bagian dalam badan, sekitar dada, nama/istilah dengan waktu berpusatkan tenaga mendorong keluarnya bayi.

Air ketuban ( kawah ) yg kemudian disebut sedulur muda bersifat putih, disusul lahirnya jabang bayi. Lalu menyusul ari-ari dibelakangnya berwarna kuning, kemudian disebut Adi Ari-ari. Tahap berikutnya keluarlah darah, menjadi adik berwarna merah atau disebut juga sedulur ke empat. Pada waktu putus pusar, pusar berwarna hituam, disebut sedulur ke lima. Maka selesailah sudah lahirnya, sedulur empat kelima pancer. MAR-MARTI, KAKANG KAWAH, ADI ARI-ARI, RAH ( darah ) PUSAT ( pusar ).Inilah 4 sedulur ke 5 pancer yg lahir sama sehari, juga sama lewat jalan yg sama. Empat sedulur dan kelima pancer yg ada tetapi selalu terlupakan seolah-olah tak pernah ada, yg diakui maupun tidak, selalu mendampingi, menjaga, turut menunjang mengingatkan, menyelamatkan, membela memberikan jasa-jasanya kepada kita setiap saat tidak memandang kapan dan dimana dan dalam situasi dan kondisi bagaimananpun, yg memiliki perasaan, kemauan, keampuhan, pengaruh,arti , kelemahan dan kekuatan, sifat baik dan sifat buruk yang kadangkala membantu kadangkala mengganggu kehidupan kita, merasa senang bila diperhatikan, diakui adanya dan dihargai jawa-jasanya dan bisa marah jikalau diabaikan.

Nenek moyang kita memiliki tradisi utk mengadakan selamatan bertujuan mengakui adanya dan menghargai arti dan jasa-jasanya, mengerti kehendak dan kebutuhannnya, dengan istilah umum yg disebut MEMULE atau MEMETRI. Memule atau Mmetri sedulur tua dan sedulur muda, terdiri dari dua macam:

Untuk sedulur yg tidak keluar dari marga hina ( vagina ) berupa : Nasi Tumpeng, pecel ayam, sayur menir, daging, daging burung, daging ikan dari kolam, daging hewan ternak, sayur mayur, bunga rampai, sirih yg bagus, pisang yg bagus, minyak wangi dan air gula kelapa dicampur santan kelapa, minyak sundul langit, tape, kerupuk singkong yg dibakar.

Pengokohnya , logam timah. Memule dan memetri sedulur yg keluar bersama-sama 1 hari lewat marga hina ( vagina ) berupa : 5 nasi tumpeng dituang dalam takir pontang, ikannya dari laut dan dari rawa-rawa, ikan sungai, gantal dg sumpet menjadi satu bungkus, bunga cempaka 5 pasang, pada tiap-tiap potong, dibubuhkan sepasang.

Pengokohnya berupa :
Logam timah dituangkan satu persatu. Nenek moyang kita jaman dahulu selalu yakin, percaya bahwa jikalau setiap diadakan selamatan memule dan memetri dg cara demikian kepada sedulur empat kelima pancer itu, kesemuanya akan selalu membantu keselamatan dan kesejahteraan hidup siang maupun malam, tidak akan marah, masrqul, kecewa, jikalau diabaikan sehingga bisa mengganggu dan mempersulit kehidupan kita.

Bagi kita yg hidup di alam modern ini yg penting adalah kita mengakui adanya , dan mengakui bahwa sedulur empat dan lima pancer memiliki arti dan daya keampuhan membantu kita dan dapat memberikan pengaruh buruk bagi bagi hidup kita jikalau diperhatikan kehadirannya disekeliling kita masing².Tidaklah mutlak bagi kita mengadakan selamatan seperti tsb diatas, apalagi jika diingat pada kehidupan dewasa ini, dimana ekonomi kita terasa tidak mendukung untuk pelaksanaan selamatan sedemikian rupa. Cukuplah kiranya jika kita tidak melupakan kehadirannya di sekeliling kita dalam keadaan apapun. Kita sambut dan sebut sedulur papat kalima pancer sewaktu kita sedang makan, minum, tidur atau apapun kegiatan kita, agar mereka memberikan dukungan, supoort kepada kita guna mencapat tujuan dan cita-cita kita.

Bagi yang berminat untuk bertemu saudara kembar bisa dicoba amalan ini

=======================

Bismillah.. dst
Kun kata Allah, Fayakun kata Muhammad,
Robbukum kata Jibroil
Ya Jibroil Ya Mikail Ya Isrofil Ya Izroil
Yaiku Sang Ratu Kepyok Sang Ratu Herang putih
Kadulur bathin ka anak bathin kanu opat lima pancer
Ya Allah aku mohon diantar kedulur bathinku ke anak bathinku
yang hidup dalam satu hari satu malam
Wahai dulur bathinku anak bathinku ,
bantulah aku………….
berkat la ilaha illallah muhammadur rasulullah
aku tahu asalmu 204 sambungan
Hu Allah

(dibaca 13x atau 75x setiap hari selama 7 hari berturut2)

Doa meminta bantuan sedulur papat lima pancer

kakang kawah adi arai-ari
sedulur tuwa papat lima pancer
sing dumunung ana ing awak ingsun
jungkungana laku ingsun
jabang bayine …….(sebutkan nama anda)
bisa kasembadan apa sing ana ati lan pikiran ingsun
yaiku….(sebutkan permintaan anda ex:bisa ketemu kalawan sira sedulur
kabeh)
kanti kalis ing sambekala
padang panjang…. Amin…

sebelumnya didahului dengan al fatihah bagi yang muslim, bapa kami bagi yang nasrani atau doa2 sejenis
"Sedulur papat kalima pancer".
Saudara Empat

Dalam ajaran Jawa dikenal istilah "Sedulur papat kalima pancer". Pancer adalah diri kita. Setiap diri manusia mempunyai empat saudara. Ketika manusia masih berupa janin di dalam perut ibunya, keempat saudara ini nyata. Kasat mata. Bisa dilihat dengan mata kepala. Dapat dilihat dengan mata telanjang. Lho, apa itu saudara empat?

Marilah kita simak bait tembang Sunan Kalijaga berikut ini.

Ana kidung akadang premati among tuwuh ing kuwasanira nganakaken saciptane kakang kawah puniku
kang rumeksa ing awak mami anekakaken sedya pan kuwasanipun adhi ari-ari ika
kang mayungi ing laku kuwasaneki anekaken pangarah/
Ponang getih ing rahina wengi angrowangi Allah kang kuwasa

andadekaken karsane
puser kuwasanipun nguyu-uyu sambawa mami nuruti ing panedha kuwasanireku
jangkep kadang ingsun papat kalimane pancer wus dadi sawiji nunggal sawujudingwang/
Ada sabda tentang saudara kita yang merawat dengan sung¬guh-sungguh. Yang memelihara berdasarkan kekuasaannya. Apa yang dicipta terwujud. Ketuban itu, yang menjaga badan saya. Yang menyampaikan kehendak, dengan kuasanya. Dinda ari-ari itu, yang memayungi semua tindakan berdasarkan ke¬kuasaannya/ yang menyampaikan tujuan.
Sedangkan darah siang dan malam membantu Allah yang kuasa. Mewujudkan Kehendak-Nya. Pusar kekuasaannya, me¬merhatikan sungguh-sungguh diriku, memenuhi permintaan¬ku. Kekuasaannya itu. Maka, lengkaplah empat saudara saya, kelimanya sebagai pusat. Sudah menjadi satu. Manunggal de¬ngan wujudku.

Dari kedua bait kidung itu, jelas sudah apa yang dinamakan saudara empat. Semuanya merupakan saudara kandung ketika manusia masih berupa janin. Mereka semua menjaga pertumbuhan manusia di dalam kandungan ibu. Anak yang pertama tentu saja kakak dari sang janin, yaitu ketuban atau kawah. Ketika seorang ibu melahirkan, yang pertama kali keluar adalah ketuban. Karena itu disebut saudara tua. Dia berfungsi sebagai penjaga badan sang janin di dalarn rahim.

Setelah itu, saudara sekandung yang lebih muda adalah ari-ari, tembuni atau plasenta. Pembungkus janin di dalam rahim. Dinyatakan bahwa ari-ari memayungi tindakan sang janin di dalam perut ibu. Yang menyampaikan ke tujuan. Begitu bayi lahir, maka ari-ari itu ikut ke luar. la mengantarkan sampai ke tujuan. Yaitu lahir dengan selamat disertai pengorbanan dirinya.

Nah, berikutnya adalah darah. Inipun saudara sang janin. Tanpa ada darah janin bukan saja tidak bisa tumbuh, tapi juga akan mengalami keguguran. Dalam kata-kata Sunan, darah disebut membantu Allah siang dan malam. Untuk mewujudkan kehendak Tuhan. Jangan salah pengertian, lho! Allah sendiri hakikatnya tidak memerlukan bantuan siapa pun. Ini dari segi hakikat. Tapi dari segi syariat, dari segi mekanisme alamnya, kehendak Allah untuk menumbuh-kem¬bangkan janin hingga menjadi bayi itu dilewatkan darah. Seolah¬olah darah itu nyawa bagi janin.

Saudara yang keempat adalah pusar. Jawa: puser atau urudel. Dalam bahasa Jawa Kuno, istilah untuk pusar adalah nabi. Yang dimaksudkan dengan pusar, tentu saja tall pusar. Sedangkan pusar sendiri sebenarnya hanyalah bekas menempelnya tali pusar pada perut. Ya, tali pusarlah yang menghubungkan antara perut bayi dalam rahim dan ari-ari. Ia sebagai slat untuk menyalurkan makanan dari ibu ke bayi dalam kandungan. Dengan tali pusar itu bayi mendapatkan pasokan makanan dari induknya. Pusar berfungsi untuk memenuhi permintaan si jabang bayi.

Umumnya orang menganggap bahwa ketuban, ari-ari, darah, dan tali pusar itu hanya wahana. Atau, alat yang diperlukan untuk per¬tumbuhan jabang bayi di dalam perut. Begitu bayi dilahirkan, maka semua itu tak berfungsi lagi. Beres sudah jika bayi telah lahir. Tak ada sangkut-pautnya dengan kehidupan. Dan, yang demikian ini me¬rupakan pandangan materialistik. Pandangan yang serba duniawi. Me¬nurut pandangan ini apa yang bersifat spiritual itu tidak ada. Ajaran saudara empat juga tidak terdapat di Jazirah Arabia. Karena basis kepercayaan mereka sebelum kedatangan Islam, adalah pandangan dunia semata.

Lain dengan pandangan Jawa. Pandangan yang telah diterima orang Jawa yang beragama apa pun. Yang saya maksud, orang Jawa yang mengerti pandangan Jawa, meski beragama apa pun tetap me¬mercayai bahwa dalam hidup di dunia ini saudara empat itu tetap menjaga balk masih di kandungan maupun di alam nyata. Yang kembali ke anasir-anasir bumf, air, udara, dan api hanyalah keempat jasadnya. Begitu bayi lahir, jasad saudara empat itu kembali ke asalnya. Air ketuban dan darah dibersihkan, begitu bayi dilahirkan. Ari-ari dan potongan tali pusar dipendam atau dihanyutkan di sungai. Jasad yang terlahir hidup adalah bayinya. Sedangkan secara metafisik saudara empat kita itu tetap menjaga kita hingga kita mati.

Apa pandangan Jawa itu bertentangan dengan ajaran Islam? Atau, pandangan Jawa itu tidak ada di dalam Islam? Yakinlah saudara, bahwa pandangan tersebut ada di dalam Alquran. Alias, ada di dalam Islam. Cuma, kita yang beragama Islam kurang mau memerhatikan ayat-ayat yang bernuansa metafisik. Kita lebih mudah terjebak ayat¬ayat yang bersifat lahiriah. Coba, kita perhatikan ayat "In kullu nafsin lammd 'alayha hr2fzzh, setiap dirt niscaya ada penjaganya."' Atau, yang ada pada ayat lainnya: "Wa huwa al-qahir fawq abddih wa yursil
`alaykum hafazhah hattd id,za jd'a ahadakum al-mawt tawaffathu ru¬sulund wa hum Id yufarrithun.'2

Dialah yang berkuasa atas semua hamba-Nya. Dan Dia mengutus kepada kalian penjaga-penjaga untuk melindungimu. Jika seseorang su¬dah waktunya mati, maka utusan-utusan Kami itu mewafatkannya tanpa keliru.
Nah, dari ayat itu gamblang sekali. Jelas sekali keterangannya! Ternyata, dalam model kehidupan di alam ini, Tuhan memberikan penjaga-penjaga kepada setiap diri. Meskipun sudah disebutkan di awal ayat bahwa Tuhan itu Mahakuasa atas segala hamba-Nya, tapi ada mekanisme alam yang telah ditetapkan-Nya. Tuhan tidak ber¬tindak secara langsung.
Ada beberapa penjaga yang dikirimkan kepada setiap orang. Bukan satu penjaga buat seorang. Tapi beberapa penjaga! Tentu saja penjaga-penjaga ini tidak terlihat oleh mata jasmani. Karena mereka berupa roh. Kalau toh ada orang yang dapat melihat mereka, itu disebabkan yang bersangkutan berjuang keras untuk melihat me¬reka. Atau, orang itu berada dalam situasi yang menyebabkan saudara¬saudara rohaninya itu menampakkan diri. Itupun hanya dirinya yang bisa melihat mereka. Orang lain di sekitarnya tidak melihat mereka.

Dalam agama Kristen pun disebutkan bahwa setiap orang di dunia ini diiringi malaikat (Matius 18: 10; Kisah Rasul 12: 15). Ma¬laikat menyertai manusia untuk menjaganya. Untuk memberikan per¬lindungan, sepanjang manusianya sendiri berbuat kebajikan. Dijelaskan bahwa anak-anak kecil memiliki malaikatnya di surga. Mengapa di¬sebut anak kecil? Karena berbuat sesuai dengan nuraninya. Belum dipengaruhi oleh hawa nafsu clan lingkungannya. Anak kecil memang masih tulus hidupnya. Karena itu kanjeng Nabi Isa a.s. bersabda bahwa seseorang dapat memasuki surga bila dia hidup bagaikan anak kecil. Manusia yang tulus hatinya.

Penjaga itu bertindak secara akurat. Tanpa keliru! Jadi, tidak ada salah cabut nyawa dalam kehidupan MI. Mengapa? Karena mereka itu ada di sisi kita pada setiap saat, di mana saja. Mbok meski kita bersembunyi di dalam gedung berlapis platina, ya mereka akan me¬nunaikan tugas mereka dengan benar. Karena mereka dari awalnya dicipta clan mendapatkan perintah Tuhan untuk menjaganya. Lho, bukankah selama ini yang mencabut nyawa itu malaikat Izrail seorang diri?

Coba perhatikan kedua ayat tersebut di atas. Yang ada itu kata hdfzzh [bentuk tunggall dan hafazhah [bentuk jamak] untuk kata penjaga. Tidak disebut kata malaikat pada kedua ayat itu. Ayat yang pertama menginformasikan bahwa setiap diri itu ada penjaganya. Se¬dangkan yang kedua memberitahukan kepada kita bahwa ada beberapa penjaga, bukan cuma dua penjaga, yang akan mewafatkan seseorang bila sudah tiba masa ajalnya. Tanpa keliru! Kata "mewafatkan" sendiri pada mulanya tidak berarti mematikan. Arti asalnya itu menyem¬purnakan. Jadi, kalau seseorang mati itu sebenarnya telah lunas apa¬apa yang diembannya. Karena itu, mati bunuh diri [karena putus asa dalam menempuh hidup di dunia ini diharamkan oleh setiap agama dan keyakinan. Meskipun di Jepang dulu ada sepuku, kewajiban bunuh diri karena tak mampu memikul tanggung jawab, tapi dalam keadaan normal orang Jepang dilarang untuk melakukan bunuh diri.

PAPAT LIMA PANCER


Ing Kekayon wayang purwa kang kaprahe kasebut Gunungan, ana kono gambar Macan, Bantheng, Kethek lan Manuk Merak. Kocape kuwi mujudake Sedulur Papat mungguhing manungsa. Kewan cacah papat mau nggambarake nafsu patang warna yaiku : Macan nggambarake nafsu Amarah, Bantheng nggambarake nafsu Supiyah, Kethek nggambarake nafsu Aluamah, lan Manuk Merak nggambarake nafsu Mutmainah.

SEDULUR PAPAT LIMA PANCER Njupuk sumber saka Kitab Kidungan Purwajati seratane , diwiwiti saka tembang Dhandanggula kang cakepane mangkene :

Ana kidung ing kadang Marmati Amung tuwuh ing kuwasanira Nganakaken saciptane Kakang Kawah puniku Kang rumeksa ing awak mami Anekakake sedya Ing kuwasanipun Adhi Ari-Ari ingkang Memayungi laku kuwasanireki Angenakken pangarah Ponang Getih ing rahina wengi Ngrerewangi ulah kang kuwasa Andadekaken karsane Puser kuwasanipun Nguyu-uyu sabawa mami Nuruti ing panedha Kuwasanireku Jangkep kadang ingsun papat Kalimane wus dadi pancer sawiji Tunggal sawujud ingwang Ing tembang dhuwur iku disebutake yen ” Sedulur Papat ” iku Marmati, Kawah, Ari-Ari, lan Getih kang kaprahe diarani Rahsa. Kabeh kuwi mancer neng Puser (Udel) yaiku mancer ing Bayi.

Cethane mancer marang uwonge kuwi. Geneya kok disebut Marmati, kakang Kawah, Adhi Ari-Ari lan Rahsa kuwi?. Marmati iku tegese Samar Mati ! lire yen wong wadon pas nggarbini ( hamil ) iku sadina-dina pikirane uwas Samar Mati. Rasa uwas kawatir pralaya anane dhisik dhewe sadurunge metune Kawah, Ari-Ari lan Rahsa kuwi mau, mulane Rasa Samar Mati iku banjur dianggep minangka Sadulur Tuwa. Wong nggarbini yen pas babaran kae, kang dhisik dhewe iku metune Banyu Kawah sak durunge laire bayi, mula Kawah banjur dianggep Sadulur Tuwa kang lumrahe diarani Kakang Kawah. Yen Kawah wis mancal medhal, banjur disusul laire bayi, sakwise kuwi banjur disusul Metune Ari-Ari. Sarehne Ari-Ari iku metune sakwise bayi lair, mulane Ari-Ari iku diarani Sedulur Enom lan kasebut Adhi Ari-Ari Lamun ana wong abaran tartamtu ngetokake Rah ( Getih ) sapirang-pirang. Wetune Rah (Rahsa) iki uga ing wektu akhir, mula Rahsa iku uga dianggep Sedulur Enom. Puser (Tali Plasenta) iku umume PUPAK yen bayi wis umur pitung dina. Puser kang copot saka udel kuwi uga dianggep Sedulure bayi. Iki dianggep Pancer pusate Sedulur Papat. Mula banjur tuwuh unen-unen ” SEDULUR PAPAT LIMA PANCER ” 0 Kekayon wayang purwa kang kaprahe kasebut Gunungan, ana kono gambar Macan, Bantheng, Kethek lan Manuk Merak. Kocape kuwi mujudake Sedulur Papat mungguhing manungsa.

Kewan cacah papat mau nggambarake nafsu patang warna yaiku : Macan nggambarake nafsu Amarah, Bantheng nggambarake nafsu Supiyah, Kethek nggambarake nafsu Aluamah, lan Manuk Merak nggambarake nafsu Mutmainah kang kabeh mau bisa dibabarake kaya ukara ing ngisor iki: Amarah : Yen manungsa ngetutake amarah iku tartamtu tansaya bengkerengan lan padudon wae, bisa-bisa manungsa koncatan kasabaran, kamangka sabar iku mujudake alat kanggo nyaketake dhiri marang Allah SWT. Supiyah / Kaendahan : Manungsa kuwi umume seneng marang kang sarwa endah yaiku wanita (asmara). Mula manungsa kang kabulet nafsu asmara digambarake bisa ngobong jagad. Aluamah / Srakah : Manungsa kuwi umume padha nduweni rasa srakah lan aluamah, mula kuwi yen ora dikendaleni, manungsa kepengine bisa urip nganti pitung turunan. Mutmainah / Kautaman : Senajan kuwi kautaman utawa kabecikan, nanging yen ngluwihi wates ya tetep ora becik.

Contone; menehi duwit marang wong kang kekurangan kuwi becik, nanging yen kabeh duwene duwit diwenehake satemah uripe dewe rusak, iku cetha yen ora apik. Mula kuwi, sedulur papat iku kudu direksa lan diatur supaya aja nganti ngelantur. Manungsa diuji aja nganti kalah karo sedulur papat kasebut, kapara kudu menang, lire kudu bisa ngatasi krodhane sedulur papat. Yen manungsa dikalahake dening sedulur papat iki, ateges jagade bubrah. Ing kene dununge pancer kudu bisa dadi paugeran lan dadi pathokan. Bener orane, nyumanggakake

Sedulur empat Lima Pancer
Mengambil dari Kitab Kidungan Purwajati tulisannya dimulai dari lagu Dhandanggula yang bunyinya sebagai berikut:

Ana kidung ing kadang Marmati Amung tuwuh ing kuwasanira Nganakaken saciptane Kakang Kawah puniku Kang rumeksa ing awak mami Anekakake sedya Ing kuwasanipun Adhi Ari-Ari ingkang Memayungi laku kuwasanireki Angenakken pangarah Ponang Getih ing rahina wengi Ngrerewangi ulah kang kuwasa Andadekaken karsane Puser kuwasanipun Nguyu-uyu sabawa mami Nuruti ing panedha Kuwasanireku Jangkep kadang ingsun papat Kalimane wus dadi pancer sawiji Tunggal sawujud ingwang.

Pada lagu diatas, disebutkan bahwa “Saudara Empat” itu adalah Marmati, Kawah, Ari – ari (plasenta/ tembuni) dan Darah yang umumnya disebut Rahsa. Semua itu berpusat di Pusar yaitu berpusat di Bayi.

Jelasnya mereka berpusat di setiap manusia. Mengapa disebut Marmati, kakang Kawah, Adhi Ari – Ari, dan Rahsa? Marmati itu artinya Samar Mati (Takut Mati)! Umumnya bila seorang ibu mengandung sehari - hari pikirannya khawatir karena Samar Mati. Rasa khawatir tersebut hadir terlebih dahulu sebelum keluarnya Kawah (air ketuban), Ari – ari, dan Rahsa. Oleh karena itu Rasa Samar Mati itu lalu dianggap Sadulur Tuwa (Saudara Tua). Perempuan yang hamil saat melahirkan, yang keluar terlebih dahulu adalah Air Kawah (Air Ketuban) sebelum lahir bayinya, dengan demikian Kawah lantas dianggap Sadulur Tuwa yang biasa disebut Kakang (kakak) Kawah. Bila kawah sudah lancar keluar, kemudian disusul dengan ahirnya si bayi, setelah itu barulah keluar Ari – ari (placenta/ tembuni). Karena Ari – ari keluar setelah bayi lahir, ia disebut sebagai Sedulur Enom (Saudara Muda) dan disebut Adhi (adik) Ari-Ari. Setiap ada wanita yang melahirkan, tentu saja juga mengeluarkan Rah (Getih=darah) yang cukup banyak. Keluarnya Rah (Rahsa) ini juga pada waktu akhir, maka dari itu Rahsa itu juga dianggap Sedulur Enom. Puser (Tali pusat) itu umumnya gugur (Pupak) ketika bayi sudah berumur tujuh hari. Tali pusat yang copot dari pusar juga dianggap saudara si bayi. Pusar ini dianggap pusatnya Saudara Empat. Dari situlah muncul semboyan ‘Saudara Empat Lima Pusat’

Keempat nafsu yang digambarkan oleh ke empat hewan tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:

Amarah : Bila manusia hanya mengutamakan nafsu amarah saja, tentu akan selalu merasa ingin menang sendiri dan selalu ribut/ bertengkar dan akhirnya akan kehilangan kesabaran. Oleh karena itu, sabar adalah alat untuk mendekatkan diri dengan Allah SWT.

Supiyah / Keindahan : Manusia itu umumnya senang dengan hal hal yang bersifat keindahan misalnya wanita (asmara). Maka dari itu manusia yang terbenam dalam nafsu asmara/ berahi diibaratkan bisa membakar dunia.

Aluamah / Serakah : Manusia itu pada dasarnya memiliki rasa serakah dan aluamah. Maka dari itu, apabila nafsu tersebut tidak dikendalikan manusia bisa merasa ingin hidup makmur sampai tujuh turunan.

Mutmainah / Keutamaan : Walaupun nafsu ini merupakan keutamaan atau kebajikan, namun bila melebihi batas, tentu saja tetap tidak baik. Contohnya: memberi uang kepada orang yang kekurangan itu bagus, namun apabila memberikan semua uangnya sehingga kita sendiri menjadi kekurangan, jelas itu bukan hal yang baik.

Maka dari itu, saudara empat harus diawasi dan diatur agar jangan sampai ngelantur. Manusia diuji agar jangan sampai kalah dengan keempat saudaranya yang lain, yaitu harus selalu menang atas mereka sehingga bisa mengatasinya. Kalau Manusia bisa dikalahkan oleh saudara empat ini, berarti hancurlah dunianya. Sebagai Pusat, manusia harus bisa menjadi pengawas dan menjadi patokan. Benar tidaknya silakan anda yang menilai.

SEDULUR PAPAT LIMA PANCER DAN SISTEM KEMALAIKATAN.

Setelah Islam masuk P.JAWA kepercayaan tentang saudara empat ini dipadukan dengan 4 malaikat di dunia Islam yaitu Jibril, Mikail , Isrofil, Ijro'il.
Dan oleh ajaran sufi tertentu di sejajarkan denga ke'empat sifat nafsu yaitu:
Nafsu Amarah, Lawwamah, Sufiah dan Mutmainah.

Pertama Jibril atau dalam bahasa ibrani Gabriel artinya pahlawan tuhan. Jabr' El
kekuatan tuhan fungsinya adalah penyampai informasi, didalam islam dikenal sebagai penyampai wahyu pada para nabi.

Dalam konsep islam Jawa Jibril diposisikan pada kekuatan spiritual pada KETUBAN.
Ada pandangan yang menyatakan setelah N.Muhammad wafat maka otomatis Jibril menganggur karena beliaulah orang yang menerima wahyu terakhir.

Tapi tidak demikian dalam pandangan Jawa, setiap orang di sertai Jibrilnya.
hakikatnya hanya ada satu Jibril di alam raya ini tapi pancaran cahayanya ada dalam setiap diri. seperti Ruh tidah pernah dinyatakan dalam bentuk jamak didalam Al-Quran. Tetapi setiap diri mendapat tiupan ruh dari tuhan dan ruh tersebut menjadi si A, si B, si C Dst.. satu tetapi terpantul pada setiap cermin sehingga seolah2 setiapm cermin mengandung Ruh, dan manusia sebenarnya adalah cermin bagi sang diri. setiap diri menerima limpahan cahayanya.
Diantara limpahan cahayanya adalah Jibril yang menuntun setiap orang.

Jibril akan menuntunmanusia kejalan yang benar.., yang telah membersihkan dirinya, membersihkan cerminya, membersihkan hatinya.

Jibril lah yang menambahdaya agar teguh dan tebal keimanan seseorang. dalam khasanah jawa Jibril berdampingan dengan Guru sejati, bersanding dengan diri Pribadi.

Jibril tidak mampu mengantarka diri Nabi ke Sidratul Muntaha dalam Mij'raj beliau juga diceritakan ketika Jibril menampakan diri kehadapan rasul selalu ditemani malaikat mulia Lainya yaitu Mikail isrofil Ijroil...

Jelas kiranya bahwa kahadiran ketuban ketika membungkus janin ternyata disertai saudara2nya yang lain.

Ditinjau dari keddudukannya yang keluar paling awal maka disebut sebagai kakak atau kakang ( saudara tua ) si bayi.

begitu bayi lahir maka selesailah sudah tugas ketuban secara fisik. tetapi exsistensi ketuban secara ruhaniah ia tetap menjaga dan membimbing bayi tersebut sampai akhir hayat.

secara extensi Jibril diciptakan setelah malaikat Mikail. dan Tali Pusar ada lebih dulu dari pada selaput yang membungkus janin di pintu rahim (cervix)

Ke Dua Malaikat Israfil. Menurut hadis malaikat Israfil diciptakan setelah penciptaan Arsy ( Singgasana Tuhan ) disebut sebagai malaikat penggenggam alam semesta, ia meniup Terompet Pemusnahan Dan Pembangkitan. Ia digambarkan menengadah ke atas untuk melihat jadwal kiamat yang ada di Lawh Al Mahfuzh.

Israfil di sepadankan dengan ari-ari, tembuni atau Placenta, Ari-Ari adalah yang memayungi sang janin sampai ketempat tujuan dialah yang memberikan keamanan menyalurkan makanan dan kenyamanan pada janin dengan ari-ari ini kehidupan berlangsung dalam janin.

Exsistensi Ari-ari ini disejajarkan dengan malaikat Israfil Dalam kelahiran janin, Ari-ari diterima sebagai saudara muda ( adik ).
Meskipun jasadnya telah tak ada lagi ari-ari tetap memberikan perlindungan bagi manusia setelah dilahirkan..dari sisi keberadaanya malaikat Israfil dicipta terlebih dahulu dari pada malaikat Mikail dan Jibril As.

Israfil diyakini sebagai Pelita Hati Bagi manusia agar hatinya tetap terang, Itulah sebabnya sejahat-jahatnya manusia masih ada secercah cahaya dalam hatinya tetap ada kebaikan yang dimilikinya meski hanya sebesar debu...

Yang ketiga adalah Malaikat Mikail, Salah satu malaikat yang menjadi pembesar para malaikat.. Tugas malaikat Mikail adalah Memelihara Kehidupan.

Dalam hadis diceritakan bahwa malaikat Mikail mengemban tugas memelihara pertumbuhan pepohonan, kehidupan Hewan juga Manusia.. Dialah yang mengatur angin dan hujan dan membagi rejeki pada seluruh mahluk.

Pada konsep sedulur papat yang sudah di sesuaikan dengan ajaran Islam, Tali Pusar merupakan Lokus, tempat dudukan bagi malaikat Mikail dia merupakan tali penghubung bagi kehidupan manusia.Zat zat makanan, Oksigen dan Zat yang perlu dibuang dari tubuh janin agar tidak meracuni tubuh janin. Subhanallah.. dia telah mengatur kehidupan manusia dalam rahim melalui malaikat malaikatnya..

Mikail dipandang orang jawa sebagai saudara yang memberikan sandang, pangan dan papan, Jika seseorang memohon perlindungan tuhan maka Mikail yang akan menjalankan perintah Tuhan untuk melindunginya.

Ke Empat adalah Malaikat Ijroil. Malaikat Maut yang dipercaya sebagai yang bertanggung jawab akan Kematian. Kehadirannya amat ditakuti Manusia.. Jika ajal telah tiba maka ia akan Me wafatkan manusia sesuai waktunya..

Dalam konsep sedulur papat Malaikat maut ini ternyata saudara Manusia sendiri bukan orang lain dan ia tidak akan menyalahi tugasnya.. bila seseorang belum sampai ajalnya dia tak akan mewafatkannya.. Dia hadir untuk meringankan penderitaan manusia, saudara sejati pasti melindungi bila yang bersangkutan selalu dijalan yang benar..

Bayangkan bila manusia tidak bisa mati tetapi hidupnya menderita..?
apa tidak tersiksa..? bayangkan bila ada orang yang maumati aja sulitnya bukan main.. Nauzubillah..

Ijroil disebut sebagai kekuatan Tuhan yang berada didalam Darah, Dalam kehidupan sehari hari Ijroil bertugas untuk menjaga hati yang suci, Jika hati terjaga kesuciannya maka ketakutan akan hidup menderita dan kematian akan tak ada lagi.

Jika ajal telah sampai maka Ijroil mengorganisasi malaikat lainnya, mengorganisasi saudara saudara lainnya untuk mengakhiri hidupnya.

Permana yang memberikan kekuatan pada sang Jiwa diangkat keluar tubuh, sehingga tubuh tak dapat lagi dikendalikan oleh jiwa. Ruh penyambung hidup kita lepas.. tubuh menjadi lunglai lak berdaya dan ini bentuk umum kematian bagi manusia.. loh kok gitu yaa..?

Nah yang tidak umum yaaa.. bila Sang Diri Sejati manusia mampu memimpin saudara-saudaranya untuk melepaskan Jiwa manusia kealam Gaib..
Orang demikian sudah mempu menyongsong kematiannya dengan benar, dia memberitahukan pada sanak dan saudaranya kapan kematiannya akan datang..

Semua saudara gaib ini sudah menjadi satu dengan tubuh kita, ketika dalam rahim sendiri-sendiri wujudnya. tapi ketika sang Bayi sudah lahir hanya ada satu wujud. Empat saudara kita tetap menyertai kita dalam wujud Ruh.. dan Tidak Kasat Mata..

Ada kutipan Ayat dalam Al-Quran yang perlu di simak..
" In Kullu nafsin lamma alayha hafizh" > 'Setiap diri niscaya ada penjaganya'
Atau
" Wa huwa al-qahir fawq iba'dih wa yusril alaykum hafazhah hatta idza ja'a ahadakum al-mawt tawaffathu rusuluna wahum la yufarrithun" >' Dialah yang berkuasa atas semua hambanya. Dan dia mengutus kepada kalian Penjaga-Penjaga untuk melindungimu. Jika seseorang sudah waktunya mati, maka utusan-utusan kami itu mewafatkannya tanpa keliru"


Simbolisasi sedulur papat limo pancer dalam perwayangan :

Semar sebagai pamomong keturunan Saptaarga tidak sendirian. Ia ditemani oleh tiga anaknya, yaitu; Gareng, Petruk, Bagong. Ke empat abdi tersebut dinamakan Panakawan. Dapat disaksikan, hampir pada setiap pegelaran wayang kulit purwa, akan muncul seorang ksatria keturunan Saptaarga diikuti oleh Semar, Gareng, Petruk, Bagong. Cerita apa pun yang dipagelarkan, ke lima tokoh ini menduduki posisi penting. Kisah Mereka diawali mulai dari sebuah pertapaan Saptaarga atau pertapaan lainnya. Setelah mendapat berbagai macam ilmu dan nasihat-nasihat dari Sang Begawan, mereka turun gunung untuk mengamalkan ilmu yang telah diperoleh, dengan melakukan tapa ngrame. (menolong tanpa pamrih).

Dikisahkan, perjalanan sang Ksatria dan ke empat abdinya memasuki hutan. Ini menggambarkan bahwa sang ksatria mulai memasuki medan kehidupan yang belum pernah dikenal, gelap, penuh semak belukar, banyak binatang buas, makhluk jahat yang siap menghadangnya, bahkan jika lengah dapat mengacam jiwanya. Namun pada akhirnya Ksatria, Semar, Gareng, Petruk, Bagong berhasil memetik kemenangan dengan mengalahkan kawanan Raksasa, sehingga berhasil keluar hutan dengan selamat. Di luar hutan, rintangan masih menghadang, bahaya senantiasa mengancam. Berkat Semar dan anak-anaknya, sang Ksatria dapat menyingkirkan segala penghalang dan berhasil menyelesaikan tugas hidupnya dengan selamat.

Mengapa peranan Semar dan anak-anaknya sangat menentukan keberhasilan suatu kehidupan? Semar merupakan gambaran penyelenggaraan Illahi yang ikut berproses dalam kehidupan manusia. Untuk lebih memperjelas peranan Semar, maka tokoh Semar dilengkapi dengan tiga tokoh lainnya. Ke empat panakawan tersebut merupakan simbol dari cipta, rasa, karsa dan karya. Semar mempunyai ciri menonjol yaitu kuncung putih. Kuncung putih di kepala sebagai simbol dari pikiran, gagasan yang jernih atau cipta. Gareng mempunyai ciri yang menonjol yaitu bermata kero, bertangan cekot dan berkaki pincang. Ke tiga cacat fisik tersebut menyimbolkan rasa. Mata kero, adalah rasa kewaspadaan, tangan cekot adalah rasa ketelitian dan kaki pincang adalah rasa kehati-hatian. Petruk adalah simbol dari kehendak, keinginan, karsa yang digambarkan dalam kedua tangannya. Jika digerakkan, kedua tangan tersebut bagaikan kedua orang yang bekerjasama dengan baik. Tangan depan menunjuk, memilih apa yang dikehendaki, tangan belakang menggenggam erat-erat apa yang telah dipilih. Sedangkan karya disimbolkan Bagong dengan dua tangan yang kelima jarinya terbuka lebar, artinya selalu bersedia bekerja keras. Cipta, rasa, karsa dan karya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Cipta, rasa, karsa dan karya berada dalam satu wilayah yang bernama pribadi atau jati diri manusia, disimbolkan tokoh Ksatria. Gambaran manusia ideal adalah merupakan gambaran pribadi manusia yang utuh, dimana cipta, rasa, karsa dan karya dapat menempati fungsinya masing-masing dengan harmonis, untuk kemudian berjalan seiring menuju cita-cita yang luhur. Dengan demikian menjadi jelas bahwa antara Ksatria dan panakawan mempunyai hubungan signifikan. Tokoh ksatria akan berhasil dalam hidupnya dan mencapai cita-cita ideal jika didasari sebuah pikiran jernih (cipta), hati tulus (rasa), kehendak, tekad bulat (karsa) dan mau bekerja keras (karya).

Simbolisasi ksatria dan empat abdinya, serupa dengan 'ngelmu' sedulur papat lima pancer. Sedulur papat adalah panakawan, lima pancer adalah ksatriya

Saudara Lahir Batin, Qorin, Sadulur Papat Lima Pancer menurut ilmu kejawean.

menurut ilmu kejawen (jawa))sebelum manusia lahir ketika maseh janin bayi di temani 4 saudara dan mengikut ilmu kejawen juga qarin ada lah salah satu sdra kita,apa kah benar kenyataan nya,mari sama2 kita selidik sejarah dari ilmu kejawean yg sudah berusia 6000 tahun ini,namun jika terdapat kesilapan mohon di maafkan,sekadar renungan.

Dalam adat dan ajaran jawa dikenal istilah 'SEDULUR PAPAT KELIMA PANCER'
PANCER adalah diri kita..
setiap manusia mempunyai empat saudara ketika masih berupa janin.
mereka menjaga pertumbuhan manusia didalam kandungan Ibu.
Anak pertama yaitu KETUBAN atau KAWAH, ketika Ibu melahirkan yang pertama keluar adalah ketuban karena itu dianggap sebagai Saudara Tua.

Setelah itu saudara kandung yang lebih muda yaitu ARI-ARI, Tembuni atau pembungkus janin dalam rahim.
ARI-ARI memayungi tindakan sang janin dalam perut Ibu yang mengantarkan sampai ke tujuan yaitu ikut keluar bersama sang bayi.

Berikutnya DARAH inipun saudara sang janin, tanpa adanya darah janin bukan saja tak bisa tumbuh tapi juga akan mengalami keguguran.

Saudara berikutnya yaitu PUSAR ia sebagai sarana yang menghantarkan zat makanan dari sang ibu kepada janin.

Umumnya orang menganggap bahwa KETUBAN, ARI-ARI, DARAH dan TALI PUSAR adalah wahana atau alat yang dibutuhkan untuk pertumbuhan janin dalam perut.

Begitu bayi dilahirkan semua itu akan dianggap tidak berfungsi lagi dan tak ada sangkut pautnya dalam kehidupan... dan yang demikian ini merupakan pandangan Materialistik padahal begitu besar maknanya dan pengertiannya bila dilihat dari sudut Metafisik.

Saudara kita itulah yang menjaga kita dalam kehidupan ini yang kembali ke anasir bumi, air , udara dan api hanyalah ke empat jasadnya. namun dari segi spiritualnya masih menyertai kehidupan kita.

cuba kita bandingkan dengan kenyataan Rasulullah SAW
bahwa tatkala kita lahir ada teman kita yg diistilahkan dia sebagai Qorin

dan tatkala ditanya oleh para sahabat Rasul
"Fa anta ya Rasulullah..? ( apakah engkau juga lahir diikuti Qorin wahai -
Rosulullah..?"
maka dijawab:
"Na`am fa aslama bihi" ( benar, tapi telah ku aslama kan/ ku islamkan dia)
dan tidak menyeruku melainkan kepada kebaikan semata..

menurut ilmu kejawean lagi,
qorin jika tidak di aslama kan maka dia akan membawa sifat maksiat
karena jika suatu saat nanti seorang insan mau bertobat
mk si qorin td sudah ke enakan dialam maksiat
dan akan menggoda kita untuk balik lagi berbuat maksiat
bagaimana kah cara mengislamkan qorin? terpaksa di simpan .
sementara qorin yg sudah di aslamakan ( seperti cara anda di atas /
atau cara2 yg dihayati pihak kejawen)
maka jika kita tenggelam atau terjerumus di jurang maksiat
datanglah si qorin itu dengan sekuat kemampuannya untuk ikut -
mengangkat dan menyadarkan kita kembali ke jalan Allah..
qorin yg telah aslama tak rela pancernya (diri kita) kemaksiatan.

itulah sebab lagi Rasul kemudian menyatakan:
"... tapi telah Ku aslama kan dia(qorin)
dan dia(qorin) tidak "menyeruku" melainkan hanyalah yg baik2 saja.."
Ayat Al Qur`an tentang Qarin:

”Wa qaala qariinuhuu haazaa maa ladayya ‘atiid” (QS QAAF[50]: 23)
Artinya:”Dan yang menyertai dia berkata: "Inilah (catatan amalnya) yang tersedia pada sisiku.”

“Qaala qariinuhuu Rabbanaa maa atgaituhuu wa laakin kaana fii dholaalim ba’id” (Q.S. QAAF [50]: 27)
Artinya: “Yang menyertai dia berkata (pula): "Ya Tuhan kami, aku tidak menyesatkannya tetapi dialah yang berada dalam kesesatan yang jauh".


Mengambil dari Kitab Kidungan Purwajati tulisannya dimulai dari lagu Dhandanggula yang bunyinya sebagai berikut:

Pada kenyataan diatas, disebutkan bahwa “Saudara Empat” itu adalah Marmati, Kawah, Ari – ari (plasenta/ tembuni) dan Darah yang umumnya disebut Rahsa. Semua itu berpusat di Pusar yaitu berpusat di Bayi.
Jelasnya mereka berpusat di setiap manusia. Mengapa disebut Marmati, kakang Kawah, Adhi Ari – Ari, dan Rahsa? Marmati itu artinya Samar Mati (Takut Mati)! Umumnya bila seorang ibu mengandung sehari - hari pikirannya khawatir karena Samar Mati. Rasa khawatir tersebut hadir terlebih dahulu sebelum keluarnya Kawah (air ketuban), Ari – ari, dan Rahsa. Oleh karena itu Rasa Samar Mati itu lalu dianggap Sadulur Tuwa (Saudara Tua). Perempuan yang hamil saat melahirkan, yang keluar terlebih dahulu adalah Air Kawah (Air Ketuban) sebelum lahir bayinya, dengan demikian Kawah lantas dianggap Sadulur Tuwa yang biasa disebut Kakang (kakak) Kawah. Bila kawah sudah lancar keluar, kemudian disusul dengan ahirnya si bayi, setelah itu barulah keluar Ari – ari (placenta/ tembuni). Karena Ari – ari keluar setelah bayi lahir, ia disebut sebagai Sedulur Enom (Saudara Muda) dan disebut Adhi (adik) Ari-Ari. Setiap ada wanita yang melahirkan, tentu saja juga mengeluarkan Rah (Getih=darah) yang cukup banyak. Keluarnya Rah (Rahsa) ini juga pada waktu akhir, maka dari itu Rahsa itu juga dianggap Sedulur Enom. Puser (Tali pusat) itu umumnya gugur (Pupak) ketika bayi sudah berumur tujuh hari. Tali pusat yang di simpan dari pusar juga dianggap saudara si bayi. Pusar ini dianggap pusatnya Saudara Empat. Dari situlah muncul semboyan ‘Saudara Empat Lima Pusat’

sebab itu dalam petua selalu orang2 tua berpesan simpan tali pusar,jika bayi kita demam rendamkan tali pusar dan kemudian di beri minum....kemungkinan ini lah sejarah di sebalik tali pusar bayi.

Keempat nafsu yang digambarkan oleh ke empat hewan tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:

Amarah : Bila manusia hanya mengutamakan nafsu amarah saja, tentu akan selalu merasa ingin menang sendiri dan selalu ribut/ bertengkar dan akhirnya akan kehilangan kesabaran. Oleh karena itu, sabar adalah alat untuk mendekatkan diri dengan Allah SWT.

Supiyah / Keindahan : Manusia itu umumnya senang dengan hal hal yang bersifat keindahan misalnya wanita (asmara). Maka dari itu manusia yang terbenam dalam nafsu asmara/ berahi diibaratkan bisa membakar dunia.

Aluamah / Serakah : Manusia itu pada dasarnya memiliki rasa serakah dan aluamah. Maka dari itu, apabila nafsu tersebut tidak dikendalikan manusia bisa merasa ingin hidup makmur sampai tujuh turunan.

Mutmainah / Keutamaan : Walaupun nafsu ini merupakan keutamaan atau kebajikan, namun bila melebihi batas, tentu saja tetap tidak baik. Contohnya: memberi uang kepada orang yang kekurangan itu bagus, namun apabila memberikan semua uangnya sehingga kita sendiri menjadi kekurangan, jelas itu bukan hal yang baik.

Maka dari itu, saudara empat harus diawasi dan diatur agar jangan sampai ngelantur. Manusia diuji agar jangan sampai kalah dengan keempat saudaranya yang lain, yaitu harus selalu menang atas mereka sehingga bisa mengatasinya. Kalau Manusia bisa dikalahkan oleh saudara empat ini, berarti hancurlah dunianya. Sebagai Pusat, manusia harus bisa menjadi pengawas dan menjadi patokan. Benar tidaknya silakan anda yang menilai.

diterjemahkan oleh Dukun Gemblung, mohon maaf bila ada kata2 yang keliru


SEDULUR PAPAT LIMA PANCER DAN SISTEM KEMALAIKATAN.

Setelah Islam masuk P.JAWA kepercayaan tentang saudara empat ini dipadukan dengan 4 malaikat di dunia Islam yaitu Jibril, Mikail , Isrofil, Izrail.
Dan oleh ajaran sufi tertentu di sejajarkan denga ke'empat sifat nafsu yaitu:
Nafsu Amarah, Lawwamah, Sufiah dan Mutmainah.

Pertama Jibril .
tugas nya adalah penyampai informasi, didalam islam dikenal sebagai penyampai wahyu pada para nabi.
Dalam konsep islam Jawa Jibril diposisikan pada kekuatan spiritual pada KETUBAN.
Ada pandangan yang menyatakan setelah N.Muhammad wafat maka otomatik Jibril menganggur karena beliaulah orang yang menerima wahyu terakhir.

Tapi tidak demikian dalam pandangan Jawa, setiap orang di sertai malaikat jibril.
hakikatnya hanya ada satu Malaikt Jibril di alam raya ini tapi pancaran cahayanya ada dalam setiap diri. seperti Ruh tidah pernah dinyatakan dalam bentuk jamak didalam Al-Quran. Tetapi setiap diri mendapat tiupan ruh dari tuhan dan ruh tersebut menjadi si A, si B, si C Dst.. satu tetapi terpantul pada setiap cermin sehingga seolah2 setiap cermin mengandung Ruh, dan manusia sebenarnya adalah cermin bagi sang diri. setiap diri menerima limpahan cahayanya.
Diantara limpahan cahayanya adalah Jibril yang menuntun setiap orang.

Jibril akan menuntun manusia kejalan yang benar.., yang telah membersihkan dirinya, membersihkan cerminya, membersihkan hatinya.
Jibril lah yang menambah daya agar teguh dan tebal keimanan seseorang. dalam khasanah jawa Jibril berdampingan dengan Guru sejati, bersanding dengan diri Pribadi.

Jibril tidak mampu mengantarkan diri Nabi ke Sidratul Muntaha dalam Mij'raj beliau juga diceritakan ketika Jibril menampakan diri kehadapan rasul selalu ditemani malaikat mulia Lainya yaitu Mikail isrofil Izrail...

Jelas kiranya bahwa kahadiran ketuban ketika membungkus janin ternyata disertai saudara2nya yang lain.
Ditinjau dari kedudukannya yang keluar paling awal maka disebut sebagai kakak atau kakang ( saudara tua ) si bayi.
begitu bayi lahir maka selesailah sudah tugas ketuban secara fisik. tetapi exsistensi ketuban secara ruhaniah ia tetap menjaga dan membimbing bayi tersebut sampai akhir hayat.

secara extensi Jibril diciptakan setelah malaikat Mikail. dan Tali Pusar ada lebih dulu dari pada selaput yang membungkus janin di pintu rahim (cervix)

Yang ketiga adalah Malaikat Mikail, Salah satu malaikat yang menjadi pembesar para malaikat.. Tugas malaikat Mikail adalah Memelihara Kehidupan.
Dalam hadis diceritakan bahwa malaikat Mikail mengemban tugas memelihara pertumbuhan pepohonan, kehidupan Hewan juga Manusia.. Dialah yang mengatur angin dan hujan dan membagi rejeki pada seluruh mahluk.

Pada konsep sedulur papat yang sudah di sesuaikan dengan ajaran Islam, Tali Pusar merupakan Lokus, tempat dudukan bagi malaikat Mikail dia merupakan tali penghubung bagi kehidupan manusia.Zat zat makanan, Oksigen dan Zat yang perlu dibuang dari tubuh janin agar tidak meracuni tubuh janin.
Subhanallah.. dia telah mengatur kehidupan manusia dalam rahim melalui malaikat malaikatnya..

Mikail dipandang orang jawa sebagai saudara yang memberikan sandang, pangan dan papan, Jika seseorang memohon perlindungan tuhan maka Mikail yang akan menjalankan perintah Tuhan untuk melindunginya.

Ke Empat adalah Malaikat Izrail. Malaikat Maut yang dipercaya sebagai yang bertanggung jawab akan Kematian. Kehadirannya amat ditakuti Manusia.. Jika ajal telah tiba maka ia akan Me wafatkan manusia sesuai waktunya..

Dalam konsep sedulur papat(saudara 4)
Malaikat maut ini ternyata saudara Manusia sendiri bukan orang lain dan ia tidak akan menyalahi tugasnya.. bila seseorang belum sampai ajalnya dia tak akan mewafatkannya.. Dia hadir untuk meringankan penderitaan manusia, saudara sejati pasti melindungi bila yang bersangkutan selalu dijalan yang benar..
Bayangkan bila manusia tidak bisa mati tetapi hidupnya menderita..?
apa tidak tersiksa..? bayangkan bila ada orang yang maumati aja sulitnya bukan main.. Nauzubillah..

Izrail disebut sebagai kekuatan Tuhan yang berada didalam Darah, Dalam kehidupan sehari hari Izrail bertugas untuk menjaga hati yang suci, Jika hati terjaga kesuciannya maka ketakutan akan hidup menderita dan kematian akan tak ada lagi.

Jika ajal telah sampai maka Izrail mengorganisasi malaikat lainnya, mengorganisasi saudara saudara lainnya untuk mengakhiri hidupnya.
Permana yang memberikan kekuatan pada sang Jiwa diangkat keluar tubuh, sehingga tubuh tak dapat lagi dikendalikan oleh jiwa. Ruh penyambung hidup kita lepas.. tubuh menjadi lunglai tak berdaya dan ini bentuk umum kematian bagi manusia..
Nah yang tidak umum yaaa.. bila Sang Diri Sejati manusia mampu memimpin saudara-saudaranya untuk melepaskan Jiwa manusia kealam Gaib..
Orang demikian sudah mempu menyongsong kematiannya dengan benar, dia memberitahukan pada sanak dan saudaranya kapan kematiannya akan datang..

Semua saudara ghaib ini sudah menjadi satu dengan tubuh kita, ketika dalam rahim sendiri-sendiri wujudnya. tapi ketika sang Bayi sudah lahir hanya ada satu wujud. Empat saudara kita tetap menyertai kita dalam wujud Ruh.. dan Tidak terlihat Mata..

Ada kutipan Ayat dalam Al-Quran yang perlu di simak..
" In Kullu nafsin lamma alayha hafizh" > 'Setiap diri niscaya ada penjaganya'
Atau
" Wa huwa al-qahir fawq iba'dih wa yusril alaykum hafazhah hatta idza ja'a ahadakum al-mawt tawaffathu rusuluna wahum la yufarrithun" >' Dialah yang berkuasa atas semua hambanya. Dan dia mengutus kepada kalian Penjaga-Penjaga untuk melindungimu. Jika seseorang sudah waktunya mati, maka utusan-utusan kami itu mewafatkannya tanpa keliru"

sebenar nya banyak lagi pandangan2 lain tapi saya kupas sedikit saja, semoga bermenfa'at.

2 komentar:

  1. Maaf, aku penasaran nih. Dalam upaya bertemu saudar kembar di tulis Bismillah.. dst
    Kun kata Allah, Fayakun kata Muhammad,
    Robbukum kata Jibroil ... dst.
    Smbernya darimana? saya mengenal do'a tsb dari perguruan srimurni di Tegal. Adakah hubungannya/

    BalasHapus
    Balasan
    1. sri murni tegal dmn yah??
      mhon infonya dan no HP yg bsa di hubungi. trmksh

      Hapus